Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Revolusi Pendidikan di Kudus! Sekolah Plus Ngaji Resmi Diluncurkan, Siswa SD-SMP Wajib Hafal Juz 30

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 20 Juni 2025 | 17:21 WIB
Disdikpora melaunching program inovasi baru sekolah plus ngaji
Disdikpora melaunching program inovasi baru sekolah plus ngaji

RADAR KUDUS - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus telah meresmikan program Sekolah Plus Ngaji pada Kamis, 19 Juni 2025, di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus. Acara sosialisasi program ini dihadiri oleh kepala SD dan SMP negeri di wilayah Kudus.

Tujuan dari program ini adalah untuk mencetak generasi penerus yang berilmu, bertaqwa, dan memiliki karakter yang baik.

Anggun Nugroho, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, menjelaskan bahwa program Sekolah Plus Ngaji lahir dari visi misi bupati Kudus untuk melaksanakan pendidikan yang berkarakter dan mengedepankan kearifan budaya.

Program ini juga muncul sebagai respons terhadap penurunan minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah negeri, serta masalah bullying dan menurunnya rasa hormat siswa terhadap guru.

Diharapkan, dengan adanya program ini, minat siswa untuk belajar di sekolah negeri dapat meningkat, pemahaman keagamaan yang kuat dapat terbangun, dan karakter siswa dapat terbentuk dengan baik.

"Karakter anak perlu ditingkatkan agar tidak ada lagi perundungan, seiring dengan terbentuknya karakter pelajar yang lebih baik.

Kami berharap program ini juga dapat meningkatkan jumlah siswa yang melanjutkan ke sekolah dasar negeri," ungkap Anggun.

Program Sekolah Plus Ngaji dapat diterapkan mulai dari kelas 1 SD, dengan salah satu sub-program unggulan yaitu tahfidz, yang berfokus pada hafalan Al Quran Juz 30.

Targetnya, minimal 70% dari setiap angkatan lulusan dapat menghafal juz 30.

Siswa yang berhasil menyelesaikan program ini akan mendapatkan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi, yang dapat menjadi nilai tambah saat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

"Program ini merupakan tambahan pendidikan ekstra, yang dilaksanakan di sela-sela kegiatan belajar mengajar. Kami juga sedang menyusun SOP untuk program ini agar dapat diterapkan pada siswa non-Muslim, dengan penyesuaian sesuai dengan ketentuan agama masing-masing," tambahnya.

Sekolah Plus Ngaji berfokus pada kegiatan menulis, menghafal, membaca, dan pembiasaan ibadah sehari-hari. Saat ini, tiga sekolah dasar telah menerapkan program ini, yaitu SDN 2 Mlati Kidul, SDN 4 Bulungcangkring, dan SDN 1 Ngembal Kulon.

Program ini direncanakan untuk dilaksanakan secara serentak di semua SD dan SMP negeri pada tahun ajaran 2025/2026, dengan target semua sekolah dasar negeri di Kudus menerapkan program ini dalam waktu 6-12 bulan ke depan.

Implementasi program mencakup kegiatan seperti salat Dzuhur berjamaah, pembacaan tahlil, hafalan surat-surat pendek, setoran hafalan, doa bersama sebelum pembelajaran, membaca asmaul khusna, tadarus Al Quran, salawat Jumat, pesantren Ramadan, hafalan doa sehari-hari, bersalaman dengan guru sebelum dan sesudah belajar, serta keterampilan membuat hiasan kaligrafi dan poster Islami.

Kepala Disdikpora Kudus, Harjuna Widada, menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membentuk generasi bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Ia menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya untuk mengintegrasikan pendidikan umum dan pendidikan agama, sehingga anak-anak dapat memiliki karakter keimanan dan akhlak yang kuat.

Harjuna juga mengingatkan bahwa kendala dalam setiap program baru sering kali terletak pada kurangnya tindak lanjut operasional. Ia berharap program ini dapat berjalan efektif dan mendukung kemajuan pendidikan di Kudus melalui inovasi Sekolah Plus Ngaji.

"Disdikpora berkomitmen untuk mendampingi, membimbing, dan melakukan monitoring evaluasi agar program ini dapat tercapai dengan baik. Mari kita semua sukseskan program ini, menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan dan inspiratif bagi kemajuan pendidikan dan pengetahuan," ujarnya.

Pelaksanaan program Sekolah Plus Ngaji dapat dilakukan oleh tenaga pendidik yang ada, terutama guru pendidikan agama Islam, dengan dukungan dari tenaga pendidik lainnya.

Dengan demikian, tidak diperlukan tambahan sumber daya manusia khusus, melainkan memanfaatkan yang sudah ada.

Kepala SDN 2 Mlati Kidul, Nita Yuliani, menyatakan bahwa di sekolahnya sudah ada beberapa kebiasaan yang mendukung Program Sekolah Plus Ngaji. Program unggulan tahfidz juz 30 telah berjalan selama dua tahun dan telah meluluskan 19 tahfidz juz 30.

Sekolah tersebut menggandeng dua guru atau ustazah lulusan pondok pesantren yang berpengalaman dalam membimbing program tahfidz. Program tahfidz di SDN 2 Mlati Kidul dilaksanakan tiga kali dalam seminggu, yaitu pada hari Senin, Selasa, dan Rabu, untuk menjaga hafalan siswa dan memperkuat pemahaman mereka terhadap Al Quran.

"Melalui program ini, kami berharap dapat mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan soleh. Kami berupaya memberikan bekal terbaik bagi anak-anak agar tidak terpengaruh oleh dunia luar, dan menjadi pelajar yang unggul di bidang akademik maupun non-akademik," harapnya. (Indah Susanti/Nilna Hibran)

Editor : Mahendra Aditya
#disdikpora kudus #Disdikpora #Kudus #siswa sekolah