Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hari Ini Aksi Demo Sopir Truk Tolak Aturan ODOL di Pantura Kudus Timur Batal, Ini Gantinya

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 19 Juni 2025 | 16:28 WIB
HAMBAT LALU LINTAS: Sejumlah truk berjajar di Jalur Pantura Kudus beberapa waktu lalu.
HAMBAT LALU LINTAS: Sejumlah truk berjajar di Jalur Pantura Kudus beberapa waktu lalu.

KUDUS – Para sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Tengah (GSJT) memutuskan untuk membatalkan rencana aksi demonstrasi di Jalur Pantura Kudus Timur.

Menggantinya dengan dialog terbuka bersama aparat kepolisian. Dialog ini, akan digelar hari ini mulai pukul 10.00 hingga 14.00 di depan Terminal Induk Jati, Kudus.

Langkah ini diambil sebagai bentuk iktikad menjaga situasi tetap kondusif, meski kelima tuntutan utama sopir tetap akan disuarakan.

Para sopir berharap pendekatan dialogis dapat membuka jalan baru bagi penyelesaian masalah seputar kebijakan over dimension over loading (ODOL) yang selama ini mereka anggap merugikan.

Koordinator GSJT Anggid Putra Ishwandharu mengatakan, sebelumnya GSJT telah merencanakan aksi mogok kerja selama tiga hari dan demo di Pantura Kudus bagian timur dengan titik akhir di Gedung DPRD Kudus.

Namun, rencana itu diurungkan setelah adanya pertimbangan bersama demi menjaga ketertiban.

Meski tanpa aksi massa, perjuangan sopir truk tetap dilanjutkan melalui lima tuntutan yang akan disampaikan langsung dalam forum itu.

Lima poin itu, penyesuaian ongkos kirim berdasarkan kapasitas muatan (tonase/volume) sebelum penegakan hukum dilakukan.

Fasilitasi dialog antara sopir dan instansi terkait guna mencari solusi bersama, desakan kepada menteri Perhubungan agar meninjau ulang kebijakan ODOL.

Perlindungan hukum bagi para sopir truk dalam menjalankan profesi, revisi UU LLAJ No. 22 Tahun 2009, dan pemberantasan pungli serta aksi premanisme di jalur logistik.

Anggid menegaskan, dialog ini strategi agar keresahan sopir bisa didengar pemerintah pusat melalui jalur resmi.

Ia berharap pihak kepolisian dapat menjadi jembatan agar kebijakan ODOL lebih berpihak dan realistis.

”Kebijakan ODOL jangan hanya dilihat dari sisi aturan, tapi juga dari dampak sosial ekonomi yang nyata dirasakan para pelaku logistik,” tandasnya. (Andika Trisna Saputra)

Editor : Ali Mustofa
#dialog #ODOL #pantura #Kudus #sopir #demonstrasi #kepolisian