Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Universitas Muria Kudus Luncurkan Maskot Baru Elang Putih Muria ”Wira”, Ini Maknanya

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 13 Juni 2025 | 17:03 WIB

 

MASKOT BARU: Wira seekor elang putih menjadi maskot kebesaran UMK diperkenalkan di auditorium UMK kemarin.
MASKOT BARU: Wira seekor elang putih menjadi maskot kebesaran UMK diperkenalkan di auditorium UMK kemarin.

KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka memeringati Dies Natalis ke-45 kemarin, bertempat di Gedung Auditorium Universitas Muria Kudus.

Pada momentum istimewa ini, UMK meluncurkan maskot bernama Wira yang merupakan elang putih muria, sebagai wajah dan jati diri perguruan tinggi setempat.

Yang memiliki makna spirit dan berani dalam maju bersama.

Elang yang menjadi wajah dari Wira ini, juga sebagai simbol sesuatu yang dapat terbang tinggi ke angkasa.

Namun, dia akan kembali ke sarangnya yakni di bumi. Hal ini yang diharapkan oleh UMK agar semakin maju dan terbang tinggi.

”Wira ini artinya berani untuk memberikan spirit, berani dalam bekerja, berbuat, dan maju bersama,” ujar Rektor UMK Prof. Darsono.

Sebelum terpilih Wira, pemilihan maskot untuk Dies Natalis ke-45 UMK dilakukan terlebih dahulu sayembara yang diikuti 120 peserta.

Ada yang menampilkan macan, elang, sunduk sate, hingga sate kerbau.

”Setelah itu, dilakukan penilaian secara profesional yang akhirnya terpilihlah elang putih muria bernama Wira sebagai pemenangnya,” ungkapnya.

Momentum peringatan Dies Natalis ke-45 UMK ini, diharapkan menjadi penggerak semangat baru bagi UMK dalam melangkah ke era digital dan globalisasi.

Dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dan semangat kebersamaan.

Lebih lanjut, Prof. Darsono menyampaikan, selama 45 tahun perjalanannya, UMK telah menyaksikan banyak capaian.

Mulai dari peningkatan mutu akademik, perluasan jejaring kerja sama, hingga penguatan riset dan pengabdian masyarakat.

”Namun, tantangan ke depan menuntut kita untuk tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga berdampak secara kualitas,” tutur Prof. Darsono.

Harapannya, kehadiran UMK harus terasa. Dirasakan oleh masyarakat sekitar, oleh dunia usaha dan industri, oleh dunia akademik nasional dan global.

”Mahasiswa kita harus menjadi agen perubahan. Dosen kita harus menjadi peneliti dan pendidik yang mencerahkan. Alumni kita harus menjadi kebanggaan dan penggerak kebaikan di tengah masyarakat,” jelasnya. (Indah Susanti)

 

 

Editor : Ali Mustofa
#maskot #Dies Natalis #sidang senat terbuka #universitas muria kudus