KUDUS – Persaingan ketat mewarnai seleksi masuk Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMP 3 Kudus.
Sebanyak 140 calon siswa dari berbagai SD di Kabupaten Kudus mengikuti seleksi tahap awal yang digelar di GOR Wergu Wetan, Rabu (11/6).
Mereka bersaing memperebutkan hanya 32 kursi yang tersedia.
Seleksi dibuka dengan tes fisik umum, termasuk lari, ketahanan tubuh, dan kelincahan (agility).
Baca Juga: 100 Pengajuan Akun SPMB tingkat SMP di Kudus Ditolak, Disdikpora: Banyak yang Salah Upload Dokumen
Seleksi ini menjadi pintu masuk bagi siswa yang ingin bergabung dalam program pembinaan atlet usia dini yang telah berjalan sejak 2009.
Kepala Bidang Olahraga Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Widoro Heryanto, menyatakan bahwa KKO merupakan salah satu program unggulan daerah dalam mencetak atlet muda berprestasi.
“Harapannya, dari program ini lahir atlet-atlet potensial yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat kabupaten atau provinsi, tapi juga nasional, bahkan internasional,” tegasnya.
Seleksi Ketat dan Profesional
Widoro memastikan proses seleksi dilakukan secara profesional dan transparan.
Disdikpora juga terus berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menjamin kelancaran pelaksanaan seleksi.
“Meski fokus pada pembinaan olahraga, pendidikan akademik tetap menjadi prioritas. Anak-anak tetap harus berprestasi secara menyeluruh,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMP 3 Kudus, Sunaryo, menjelaskan bahwa seleksi dilakukan dalam dua tahap.
Setelah tes fisik umum, peserta akan mengikuti tes keterampilan cabang olahraga seperti renang, voli, dan sepak bola yang berlangsung hingga 13 Juni.
“Selain hasil tes fisik dan keterampilan, penilaian juga mencakup nilai rapor, prestasi akademik, serta piagam kejuaraan yang dimiliki peserta. Jadi seleksinya benar-benar menyeluruh,” ujarnya.
Dari 140 pendaftar, hanya 32 siswa terbaik yang akan diterima menjadi bagian dari KKO SMP 3 Kudus.
Sunaryo berpesan agar para peserta menjaga stamina dan memberikan usaha terbaik selama seleksi.
“Lakukan yang terbaik, tetap semangat, dan jaga kesehatan. Semoga yang benar-benar layak bisa lolos,” ucapnya.
Baca Juga: Alhamdulillah, Guru Honorer Dapat Bantuan Rp300 Ribu Per Bulan, Mulai Juli 2025
Peluang Diperluas, Tapi Infrastruktur Jadi Kendala
Di tempat terpisah, Sekretaris Disdikpora Kudus, Zubaedi, menambahkan bahwa antusiasme terhadap program KKO terus meningkat dari tahun ke tahun.
Ia menyebut ada wacana pengembangan program serupa di sekolah lain.
“Program KKO di SMP 3 Kudus sudah berjalan sejak 2009, dan setiap tahun peminatnya bertambah. Ke depan, bisa saja dikembangkan di sekolah lain.
Tapi perlu diingat, ketersediaan sarana dan prasarana menjadi faktor utama yang harus dipenuhi,” ungkapnya.
Menurut Zubaedi, kesiapan infrastruktur sekolah sangat menentukan keberhasilan program.
Oleh karena itu, pihak dinas masih mempertimbangkan dengan cermat sebelum memperluas program ke sekolah lain. (Indah Susanti)
Editor : Mahendra Aditya