KUDUS, Radar Kudus – Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mengimbau seluruh SMP di wilayahnya untuk memberikan pelayanan optimal dalam proses pembuatan akun Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini.
Imbauan ini menyusul diberlakukannya sistem pendaftaran online dengan akun bagi jenjang SMP untuk pertama kalinya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, sejumlah sekolah langsung bergerak cepat.
Salah satunya SMP 2 Kudus yang telah menyiapkan 10 tenaga operator guna membantu orang tua dan calon peserta didik yang mengalami kendala dalam proses pembuatan akun.
Selain itu, sekolah juga menyiapkan lima ruang tunggu dan sistem antrean bernomor agar pelayanan berjalan tertib dan nyaman.
Kepala SMP 2 Kudus, In Setyorini menyampaikan bahwa pihak sekolah memprediksi akan terjadi lonjakan pengunjung pada hari-hari awal pembukaan layanan.
“Sebenarnya akun bisa dibuat dari rumah. Tapi banyak orang tua merasa lebih aman jika dibantu pihak sekolah, karena khawatir salah input data. Maka kami fasilitasi dengan layanan langsung di sekolah,” jelasnya.
Langkah ini sejalan dengan arahan Kepala Disdikpora yang menekankan pentingnya pelayanan langsung bagi masyarakat.
Terutama dalam proses awal SPMB yang dinilai masih memerlukan pendampingan teknis.
“Kami siap bantu siapa saja yang mengalami kesulitan, baik dalam pembuatan akun maupun saat verifikasi data,” tambahnya.
Untuk pengajuan akun, layanan dibuka setiap hari pukul 08.00 hingga 13.00, mulai Selasa (10/6) hingga Sabtu (21/6).
Bila antrean membludak, pihak sekolah akan menyarankan pendaftar untuk datang di hari berikutnya.
Calon murid baru diminta membawa dokumen yang dipersyaratkan, antara lain Surat Keterangan Lulus (SKL), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, KTP orang tua, dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang bisa diunduh di laman resmi SPMB.
Persiapan serupa juga dilakukan SMP 2 Gebog. Kepala sekolah Ahadi Setiawan menuturkan pihaknya telah menyiapkan delapan operator, komputer, serta ruang tunggu terpisah untuk calon siswa dan orang tua.
“Kami juga sudah mengantisipasi agar sistem jaringan lancar selama proses daring berlangsung,” ujarnya.
Dengan adanya dukungan operator di masing-masing sekolah, Kepala Disdikpora Kudus berharap proses pendaftaran berjalan lancar dan tidak menyulitkan masyarakat.
“Kami mengimbau sekolah untuk benar-benar hadir membantu, agar orang tua tidak bingung menghadapi sistem baru ini,” demikian imbauan dari pihak dinas. (*/him)
Editor : Mahendra Aditya