KUDUS – Ketangguhan dan kemandirian jamaah haji asal Kudus kembali diuji.
Dalam perjalanan dari Muzdalifah menuju Mina, sejumlah jamaah dari Kloter 48, 49, dan 50 terpaksa menempuh jarak sejauh 6 kilometer dengan berjalan kaki. Ini terjadi akibat kemacetan parah yang membuat kendaraan tak bisa bergerak.
Kondisi ini dilaporkan langsung oleh Petugas Haji Daerah (PHD) Kloter 50, Zakkiy Ataka Rikza.
Baca Juga: Rotasi Besar-besaran, Bupati Pati Sudewo Geser 14 Kepala Dinas, Ini Nama-Namanya
Ia mengungkapkan bahwa para jamaah sebenarnya tidak tertinggal dari rombongan, namun situasi di lapangan membuat opsi berjalan kaki menjadi pilihan paling memungkinkan.
“Transportasi di sini sangat padat dan stagnan. Bus tidak bisa bergerak sama sekali. Jadi sebagian jamaah memilih turun dan berjalan kaki secara mandiri,” ujar Zakkiy saat dihubungi pukul 07.37 waktu Arab Saudi.
Berjalan 1,5 Jam Demi Ibadah
Menurutnya, jamaah dari Kloter 48, 49, dan 50 memutuskan untuk turun dari bus dan melanjutkan perjalanan ke Mina dengan berjalan kaki.
Waktu tempuh diperkirakan antara satu hingga satu setengah jam. Meskipun melelahkan, para jamaah tetap bersemangat menjalani ibadah.
Sementara itu, Kloter 47 berhasil tiba lebih awal menggunakan bus, karena tergabung dalam skema “murur”.
Dalam skema ini, bus tidak berhenti di Muzdalifah, melainkan langsung mengantarkan jamaah ke Mina, sehingga menghindari kepadatan arus.
Baca Juga: Bupati Jepara Serahkan Hewan Kurban ke Rutan, 310 Napi Ikut Rasakan Berkah Idul adha
Macet Ekstrem Lumpuhkan Perjalanan
Zakkiy menjelaskan bahwa kemacetan terjadi karena seluruh rombongan haji bergerak dalam waktu bersamaan. Situasi ini diperparah oleh adanya bus yang mengalami gangguan teknis di tengah jalan.
“Saya melihat sendiri ada bus yang roda depannya tidak bisa berputar. Itu membuat lalu lintas semakin tersendat dan memperburuk kemacetan,” ungkapnya.
Akibat situasi ini, para jamaah juga tidak sempat melaksanakan Salat Iduladha pada pagi hari. Jalan yang padat membuat mereka sulit mencapai lokasi salat secara tepat waktu.
“Tadi jamaah tidak bisa salat Id, karena jalanan benar-benar padat dan tidak memungkinkan,” tambahnya.
Semangat Tak Surut Meski Ujian Berat
Setibanya di Mina, para jamaah langsung melanjutkan rangkaian ibadah dengan melempar jumrah.
Meski fisik terkuras, semangat beribadah tetap menyala. Perjalanan berat ini menjadi bukti ketangguhan para jamaah asal Kudus dan daerah lain di Indonesia.
Kondisi serupa ternyata juga dialami oleh jamaah dari berbagai wilayah lain. Kemacetan menuju Mina memang menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini. (Andika Trisna)
Editor : Mahendra Aditya