KUDUS - Menjelang Iduladha, geliat persiapan penjualan hewan kurban mulai tampak di berbagai daerah, termasuk di Dukuh Gambir, Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.
Salah satu peternak sekaligus pedagang hewan kurban, Achmad Sirrilwafa, terlihat sibuk mempersiapkan stok kambing dan kerbau guna memenuhi permintaan masyarakat untuk kurban.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar, Sirrilwafa mendatangkan kambing jenis Jowo Randu, Gibas, dan Domba dari Malang, Jawa Timur.
Sementara itu, pasokan kerbau ia peroleh dari daerah Muntilan (Magelang) dan Wonosobo, Jawa Tengah.
Jenis kerbau yang ia sediakan merupakan kerbau lokalan, seperti kerbau rawa dan kerbau sungai, bukan kerbau bule atau kerbau kungkungan.
“Dari Malang saya pilih kambing yang sudah memenuhi kriteria, seperti poel (pergantian gigi) dan tidak cacat. Begitu juga dengan kerbau, saya pastikan dalam kondisi prima,” ujarnya saat ditemui di kandangnya, Sabtu (31/5).
Meskipun setelah pendatangan stok belum dilakukan vaksinasi rutin terhadap hewan-hewan tersebut, Sirrilwafa tetap memantau kondisi kesehatannya.
“Kalau nafsu makan hewan menurun, biasanya saya panggilkan mantri hewan untuk memberikan suntikan vitamin,” jelasnya.
Harga hewan kurban yang didapatkan pun beragam.
Untuk kambing Jowo Randu, harga mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp4 juta.
Kambing Gibas antara Rp1,8 juta hingga Rp2,5 juta.
Sementara kerbau dibeli dengan kisaran harga Rp21,5 juta hingga Rp25 juta, tergantung ukuran dan kondisi.
Terkait hewan yang tidak terjual saat hari raya, Sirrilwafa memiliki strategi khusus.
“Kambing bisa saya proses sendiri untuk layanan Aqiqah atau pengiriman doa. Kalau kerbau biasanya langsung saya bawa ke pasar hewan,” ungkapnya.
Dengan pengalaman dan perhatian terhadap kualitas hewan kurban, Sirrilwafa berharap tahun ini penjualannya bisa meningkat.
“Yang penting hewan sehat dan sesuai syariat, insyaallah ada rezekinya,” pungkasnya. (dik)
Editor : Mahendra Aditya