KUDUS - Sungai Guono, yang kini lebih dikenal sebagai Kali Cinta, kembali mencuri perhatian warganet.
Tempat tersebut menjadi destinasi wisata favorit di Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.
Berkat unggahan media sosial yang menampilkan keindahan alamnya, kawasan ini kembali viral dan dibanjiri pengunjung dari berbagai daerah.
Pantauan pada Sabtu (31/5), suasana di sekitar Kali Cinta tampak ramai oleh pengunjung yang bermain air, berfoto, hingga bersantai menikmati jajanan di pinggir sungai.
Banyak dari mereka datang bersama keluarga, teman, bahkan pasangan.
Dikelilingi pepohonan rimbun di kaki Gunung Muria dan dialiri air yang jernih serta menyegarkan, Kali Cinta menawarkan ketenangan alami yang kini langka ditemui di kawasan perkotaan.
Siti Aminah, salah satu pedagang setempat, mengaku dagangannya laris manis saat akhir pekan dan hari libur.
"Mulai ramai itu dari pagi, agak siang sempat sepi, tapi sore sekitar jam tiga ramai lagi sampai menjelang maghrib. Omzet sehari bisa sampai Rp100 ribu sampai Rp300 ribu bersih," ujarnya.
Pengunjung datang dari berbagai daerah. Halimi, warga Wedung, Demak, mengatakan bahwa ia mengetahui wisata ini dari media sosial.
Ia datang bersama empat keluarganya menggunakan mobil, meski ia mengakui akses jalan untuk mobil masih cukup terbatas.
"Awalnya mau ke mal, tapi teman bilang ada tempat adem di Kudus. Jadi kami ke sini saja. Sampai sini sekitar jam 13.15 WIB," katanya.
Della Alfia Putri (18), warga Gembong, juga merasakan pesona Kali Cinta.
Ia datang untuk kedua kalinya bersama tiga temannya.
“Airnya sejuk, tempatnya masih alami. Enak buat nongkrong dan foto-foto,” ungkapnya.
Salah satu pengelola wisata, Abdul Kholiq, menyebut lonjakan pengunjung mulai terasa sejak libur Lebaran April lalu.
"Kalau hari biasa bisa sekitar 100 orang. Tapi akhir pekan atau libur panjang seperti sekarang bisa sampai 500 orang," jelasnya.
Menariknya, tak ada tiket masuk untuk menikmati wisata ini.
Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, fasilitas terus dibenahi.
"Baru Mei ini area parkir mulai ditata, hasil musyawarah pemuda dan RT desa. Sekarang juga banyak pedagang makanan ringan seperti cilok dan pentol," tambah Abdul.
Pengelola dan warga setempat kini tengah berupaya mengembangkan wisata Kali Cinta lebih lanjut, seperti fasilitas umum dan lahan parkir, khususnya kendaraan roda empat, untuk memberikan kenyamanan lebih bagi para pengunjung.
Kali Cinta menjadi bukti bahwa kekuatan media sosial mampu mengangkat potensi wisata lokal yang sederhana namun menawan.
Wisata ini kini menjelma menjadi tempat pelarian sejuk dari hiruk-pikuk kota dan padatnya rutinitas harian. (dik)
Editor : Mahendra Aditya