Kontrak pekerjaan jembatan tersebut sesuai jadwal pada 1 Agustus 2025 mendatang.
Namun melihat pekerjaan yang berlangsung, pihak kontraktor mengestimasi jembatan selesai lebih cepat.
Baca Juga: Bersiap Menyambut Kompetisi Liga 2, Rumput Stadion Wergu Wetan Kudus Butuh Perawatan
Asisten Pelaksana Proyek, Jatmiko mengatakan bahwa pembangunan jembatan tinggal tahap pengaspalan dan pengecoran jalan.
Progress pekerjaan sudah berjalan 80 persen.
”Pekerjaan tinggal menyisakan pengecoran jalan dan pengaspalan jembatan,” katanya.
Jembatan Karangsambung dibangun ulang dengan panjang 80 meter dan lebar 9,5 meter.
Selain itu, di sisi kanan dan kiri jembatan juga diberi jarak satu meter untuk trotoar jalan dengan lebar 7,5 meter.
Jembatan ini, kata Jatmiko, dibangun dengan penyangga yang mempunyai konstruksi balok beton pra tegang berbentuk I atau PCI girder (Pre-stressed Concrete I-girder).
“Ada lima girder 30 meter dan enam girder 50 meter yang terpasang,” sebutnya.
Saat ini, sejumlah pekerja masih merampungkan pekerjaan untuk railing atau pengencangan pipa pembatas jembatan.
Sementara pembuatan saluran drainase di sebelah utara jalan juga hampir rampung baik di sisi kanan dan kiri jembatan.
”Pekerjaan ini melibatkan 60 orang, untuk pengerjaan pengecoran jalan dikerjakan dengan lembur dan ini untuk mengejar target,” katanya.
Dia menerangkan, pengecoran ini dilakukan dari lokasi jembatan ke arah timur hingga pertigaan Bae, serta ke arah barat hingga perempatan dan 100 meter setelahnya.
Sejauh ini, pengecoran yang dilakukan sudah berjalan 30 persen.
Sementara estimasi pengecoran akan selesai pada bulan Juli mendatang.
Selama pekerjaan ini, kata dia kendala yang dihadapi terkait cuaca. Namun pihaknya optimis pekerjaan akan selesai tepat waktu.
Diketahui, proyek ini dibangun dengan anggaran Rp 28,6 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.
Sebelum dibangun, jembatan ini sering dikeluhkan masyarakat.
Pengguna jalan harus bergantian melintasi jembatan, lataran kondisinya yang sempit dan tidak bisa untuk simpangan. (Galih Erlambang Wiradinata)
Editor : Ali Mustofa