KUDUS - Suasana meriah tampak di area sekitar Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Senin (27/5).
Deretan lebih dari 20 meja stan UMKM tertata rapi, menampilkan aneka produk dari warga desa.
Mulai dari kuliner seperti jamu tradisional, dimsum, aneka keripik, nasi kotak, hingga olahan pepes.
Ada juga produk busana seperti celana pendek dan kaos, semuanya menarik perhatian para pengunjung.
Stan-stan tersebut merupakan bagian dari gelaran Jati Wetan Expo, yang menjadi rangkaian acara sedekah bumi atau apitan, sebuah tradisi tahunan desa setempat.
Kepala Desa Jati Wetan, Agus Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan desa terhadap geliat ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
“Kegiatan sedekah bumi dimulai sejak pekan lalu, ada khotmil Quran, pembagian nasi jangkrik, dan kemarin (Minggu, 26/5) kirab budaya yang diikuti seluruh RT, RW, dan elemen masyarakat. Hari ini kami lanjutkan dengan expo UMKM untuk menggugah kembali perekonomian desa,” ujar Agus.
Sebanyak 25 UMKM dari seluruh wilayah desa yang mencakup 23 RT dan 3 RW ikut ambil bagian dalam expo ini.
Masyarakat tampak antusias, tak hanya mengunjungi stan, tapi juga membeli produk-produk yang dipamerkan.
“Harapannya, setelah expo ini selesai, UMKM tetap bisa berjalan dan menjadi penggerak ekonomi desa,” tambah Agus.
Expo ini dijadwalkan berlangsung hingga Rabu malam (29/5).
Penutupan sekaligus menjadi puncak acara dengan penampilan seni ketoprak di panggung yang disiapkan di samping aula balai desa.
Pihak desa membuka kemungkinan penambahan stan UMKM hingga hari terakhir acara.
Ia berharap, Jati Wetan Expo mampu menjadi momentum kebangkitan UMKM dan pemulihan ekonomi desa secara berkelanjutan. (dik)
Editor : Mahendra Aditya