Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pedagang Pasar Kliwon Sepi Pembeli, Anak Muda Kudus Ciptakan Aplikasi Jualan, Seperti Apa

Abdul Rochim • Kamis, 22 Mei 2025 | 02:21 WIB

 

Aplikasi Mider untuk pedagang pasar tradisional. (GALIH ERLAMBANG/RADAR KUDUS)
Aplikasi Mider untuk pedagang pasar tradisional. (GALIH ERLAMBANG/RADAR KUDUS)

KUDUS, Radar Kudus – Inovasi teknologi kembali lahir dari kreativitas anak muda Kudus.

Kali ini, sebuah aplikasi bernama Mider dikembangkan untuk membantu meningkatkan daya jual pedagang di pasar tradisional.

Aplikasi ini telah mulai dikenalkan kepada para pedagang Pasar Kliwon dan disampaikan langsung kepada Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, pada Rabu (21/5).

CEO Mider, Muhammad Bisri, menjelaskan bahwa aplikasi ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi Pasar Kliwon yang sepi pengunjung dan mengalami penurunan transaksi.

Mider hadir sebagai solusi digital untuk menjembatani pedagang dan pembeli secara lebih mudah dan cepat.

“Aplikasi ini memungkinkan pembeli untuk mengetahui produk yang dijual oleh para pedagang, tanpa harus datang langsung ke pasar. Dengan begitu, potensi transaksi bisa meningkat,” ujar Bisri.

Mider difokuskan untuk mempromosikan produk-produk lokal khas Kudus, mulai dari pakaian, sayuran, buah-buahan, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga.

Saat ini, proyek percontohan dijalankan di Pasar Kliwon sebelum diperluas ke 25 pasar tradisional lainnya di Kabupaten Kudus.

Selain berbasis aplikasi, Mider juga membuka gerai offline di lantai 3 Pasar Kliwon sebagai pusat layanan informasi dan edukasi digital bagi pedagang.

Ke depan, Bisri berencana mengembangkan sistem afiliasi agar produk-produk pedagang lokal bisa menjangkau pasar nasional.

“Kami ingin pelaku UMKM pasar tradisional punya peluang yang sama di dunia digital. Dengan dukungan teknologi, bukan tidak mungkin produk mereka bisa menjangkau lebih luas,” tambahnya.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi penuh inovasi ini. Ia menilai, di tengah lesunya kondisi pasar tradisional, terobosan semacam ini sangat dibutuhkan.

“Inovasi seperti ini bisa menjembatani pedagang dan pembeli. Pemerintah tentu akan mendukung, asal ada kajian dan sosialisasi yang matang,” tegasnya.

Sam’ani juga mendorong agar aplikasi Mider terus dikembangkan dengan masukan dari para pedagang.

Ia berharap langkah ini bisa menjadi bagian dari solusi membangkitkan ekonomi rakyat, khususnya di sektor pasar tradisional yang saat ini mulai tertinggal dalam arus digitalisasi. (him)

Editor : Mahendra Aditya
#aplikasi Mider #pasar kliwon #pedagang Pasar Kliwon #Kudus