Menjelang Hari Raya Iduladha, Achmad Sirrilwafa, peternak kambing dan kerbau di Dukuh Gambir, Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, mulai sibuk mempersiapkan hewan kurban bagi para pembeli dan pelanggan setianya.
Setiap tahun, ia menyediakan puluhan ekor kerbau dan ratusan ekor kambing untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
”Tahun ini kami masih sediakan sekitar 170 ekor kambing dan 20 ekor kerbau. Meskipun sudah ada yang terjual,” ujar Sirrilwafa saat ditemui, Senin (19/5).
Jenis kambing yang tersedia di tempatnya mencakup kambing jawarandu, jawakrikil, dan kambing domba.
Harga kambing berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.
Sekitar 80 persen, masyarakat memilih kambing pejantan daripada kambing domba untuk kurban.
Sementara kambing betina biasanya dijual untuk kebutuhan potongan daging biasa.
”Kebanyakan pembeli memilih kambing pejantan untuk kurban, karena dari sisi postur tubuh lebih besar dibandingkan domba,” ujarnya.
Sirrilwafa yang merupakan generasi ketiga dari usaha peternakan yang telah berdiri sejak 1962 ini mengungkapkan bahwa permintaan hewan kurban cenderung naik tiap tahunnya.
Tahun lalu, ia berhasil menjual 260 ekor kambing dan 28 ekor kerbau.
Menariknya, sebanyak 100 ekor kambing di antaranya merupakan pesanan dari perusahaan besar, seperti Pertamina.
”Tahun ini, Pertamina kembali memesan 160 ekor kambing. Sampai hari ini, meski Iduladha masih 19 hari lagi, sudah terjual sekitar 180 ekor kambing dan 20 ekor kerbau,” katanya.
Untuk kerbau, Sirrilwafa menyediakan jenis kerbau lokal dengan harga yang naik signifikan menjelang hari besar keagamaan tersebut.
”Kalau hari biasa harga kerbau sekitar Rp20 juta hingga Rp21 juta, tapi kalau mendekati Iduladha bisa sampai Rp23-28 juta,” jelasnya.
Di balik kesuksesan itu, Sirrilwafa mengaku ada tantangan tersendiri, terutama terkait cuaca.
”Kalau musim hujan seperti sekarang, kambing rawan sakit. Biasanya kembung, pilek, atau gangguan pernapasan. Tapi kerbau justru senang kalau hujan,” ujarnya sambil tersenyum.
Meski demikian, ia bersyukur tidak ada hewan yang terkena penyakit mulut dan kuku (PMK) tahun ini.
Perawatan hewan di kandangnya juga cukup mudah, dengan dua orang karyawan yang membantunya mengelola pakan dan kebersihan kandang.
Ia berharap tahun ini bisa melampaui angka penjualan tahun lalu.
”Mudah-mudahan peminat kambing semakin banyak, meski untuk kerbau tampaknya agak menurun dibandingkan tahun kemarin,” pungkasnya. (Andika Trisna Saputra)
Editor : Ali Mustofa