Akhirnya diberangkatkan pada Minggu (18/5) bersama rombongan dari Kabupaten Pati.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus Suhadi, menjelaskan empat Calhaj tersebut berangkat bersama empat jemaah lainnya sekitar pukul 12.54 WIB dan ikut kloter 54 dari rombongan Pati.
“Jadi yang berangkat ada delapan jemaah, empat yang sebelumnya dapat visa, lalu dua jemaah itu pasangannya yang sudah dapat visa, lalu satu yang sebelumnya sakit dan pendampingnya,” ujar Suhadi.
Sebelumnya dikabarkan empat calhaj belum mendapatkan visa Haji, sehingga tidak bisa berangkat bersama rombongan Kudus, yang terakhir berangkat pada Sabtu (17/5) dini hari, atau tergabung dalam kloter 50.
Meski tidak bersama rombongan Kudus, Suhadi memastikan bahwa jemaah calhaj tersebut akan tetap melaksanakan ibadah Haji bersama rombongannya di Tanah Suci. Delapan jemaah ini akan langsung ke Makkah.
“Kalau yang pemberangkatan sebelum kloter 50 itu ke Madinah dulu atau yang dinamakan gelombang pertama, kalau yang mulai kloter 50 ke atas tidak ke Madinah dulu tapi langsung ke Makkah atau gelombang dua,” terangnya.
Lebih lanjut, Suhadi menyampaikan bahwa saat ini masih ada tiga jemaah yang berada di Embarkasi Solo karena masalah kesehatan.
Jemaah tersebut akan terus didampingi dan dipantau, sehingga dinyatakan oleh dokter memungkinkan berangkat.
“Karena alasan medis dan kesehatan jadinya masih dalam pemantauan di Embarkasi Solo, yang dua sakit dan satunya lagi itu pendampingnya,” tandasnya.
Suhadi menekankan bila terjadi kendala teknis maupun kesehatan, jemaah calhaj tetap bisa diberangkatan jika seluruh persyaratan sudah memungkinkan.
Meskipun tidak sesuai dengan kloter keberangkatannya.
“Karena bisa ikut kloter berikutnya. Kondisi semacam ini atau kondisi teknis begini bisa terjadi, dan dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya bisa tetap berangkat,” tandasnya.
Jadwal keberangkatan haji di Indonesia sendiri hingga tanggl 4 Dzhulhijjah Tahun 1446 Hijriyah atau 31 Mei 2025 mendatang.
Selama kurun waktu itu, jemaah calon haji asal Indonesia tetap bisa berangkat ke Tanah Suci, termasuk jemaah dari Kudus. (Indah Susanti)
Editor : Ali Mustofa