KUDUS — Suasana Gedung Jamiyyatul Hujjaj Kudus (JHK) tampak ramai sejak pagi, saat ratusan calon jemaah haji Kabupaten Kudus mulai berdatangan untuk mengumpulkan koper mereka, Minggu (11/5).
Pengumpulan koper ini merupakan tahapan penting menjelang keberangkatan ke Tanah Suci yang akan dimulai pada Selasa, 13 Mei 2025.
Sejak pukul 09.00 WIB, para jemaah mulai menyerahkan koper kepada panitia yang telah disiapkan.
Untuk memastikan tidak tertukar, setiap koper diberi tanda pembeda, seperti pita atau tali berwarna.
Suparto (67), salah satu calon jemaah asal Kudus, misalnya, menggunakan pita kuning pada dua kopernya milik dirinya dan sang istri, Tumarsih (63).
“Soalnya kopernya sama semua. Jadi pita kuning ini cuma sebagai tanda biar mudah dikenali,” ujar Suparto, yang telah menanti giliran berhaji selama 13 tahun sejak pendaftaran.
Ia mengaku bersyukur akhirnya mendapat kesempatan berangkat, dan kini fokus menjaga kesehatan agar ibadahnya berjalan lancar.
Koordinator Pengumpulan Koper JHK, Joko Widodo, menyampaikan bahwa sebanyak 60 orang panitia dikerahkan untuk mendata dan mengamankan koper milik jemaah.
“Semua koper yang dikumpulkan akan kami kawal sampai ke Embarkasi Donohudan. Dari Kemenag juga akan ikut mengawal,” jelasnya.
Pengumpulan koper ini dilakukan serentak untuk seluruh calon jemaah haji asal Kudus yang tergabung dalam kloter 46 hingga 50.
Dari total semula 1.416 jemaah, kini tercatat 1.414 orang karena satu orang menunda pelunasan dan satu lainnya wafat.
Pemberangkatan jemaah akan dilakukan secara bertahap mulai Selasa, 13 Mei 2025, pukul 13.00 WIB.
"Dengan proses pengumpulan koper yang rapi dan terkoordinasi, diharapkan seluruh jemaah dapat berangkat dengan tenang dan fokus mempersiapkan diri menjalankan ibadah haji," harapnya. (Andika Trisna)
Editor : Mahendra Aditya