JEPARA - Masyarakat Desa Kawak, Kecamatan Pakis Aji menggelar sepak bola api dan perang api kemarin malam (6/5).
Itu sebagai salah satu rangkaian tradisi dalam sedekah bumi di desa tersebut. Bagi masyarakat Kawak, sepak bola api itu dimaknai sebagai wujud kekompakan dalam memerangi amarah dan hawa nafsu.
Sepakbola api ini diikuti para pemuda Desa Kawak. Mereka terbagi dalam dua tim yang berusaha saling memasukkan bola yang berkobar api ke masing-masing gawang lawan.
Agar tidak terasa panas saat bermain bola api, bagian kaki dan beberapa bagian tubuh para pemain dilumuri sebuah minyak racikan dari sesepuh desa.
”Kegiatan ini untuk menguri budaya dengan kegiatan sepak bola api. Kami bertujuan untuk memerangi hawa nafsu untuk mencapai kesuksesan dan kemakmuran,” papar Kepala Desa atau Petinggi Kawak Eko Heri Purwanto.
Pagelaran sepak bola api itu tidak hanya jadi daya tarik bagi warga Kawak, tetapi tradisi dan ritual ini selalu menjadi magnet ratusan warga daerah lain untuk berbondong menyaksikan budaya tersebut.
Sebelum mulai dilaksanakan kegiatan sepakbolanya, terlebih dahulu dilakukan beberapa ritual adat.
Usai itu, kegiatan ditutup dengan perang api yang diikuti para pemuda Desa Kawak. Puncak sedekah bumi di desa tersebut akan diselenggarakan Festival Jondang. Tahun ini, rencananya kegiatan itu akan digelar pagi ini (8/5).
”Harapannya, kami ingin budaya lokal di desa bisa dipertahankan untuk generasi anak cucu kita jangan sampai terabaikan.
Harapan kami dari tahun ke tahun, kami selalu koreksi dan berinovasi.
Agar para pengunjung, pecinta budaya kami tetap eksis ke depannya ada support dari Pemkab maupun Pemprov untuk kami menjaga dan melestarikan budaya yang ada di desa kami,” tandas Heri. (Moh. Nur Syahri Muharrom)
Editor : Mahendra Aditya