Kudus — Suasana meriah membanjiri SMA Negeri 1 Bae Kudus dalam gelaran Eutopia 47, yang tidak hanya merayakan ulang tahun ke-47 sekolah tersebut, tetapi juga sebagai penyelenggara kompetisi eksternal perdana pasca pandemi COVID-19.
Acara ini digelar sejak Kamis (24/4) hingga Senin (28/4).
Acara tersebut berhasil menyedot perhatian ratusan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah di Karesidenan Pati.
Baca Juga: GenBI UMK Ajak Warga Jaga Kebersihan Balai Jagong Kudus, Aksi Bersih-Bersih Bikin Salut!!
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mundakir, menyampaikan bahwa tahun ini Eutopia 47 menghadirkan tiga jenis lomba eksternal yang ditujukan untuk tingkat SMP dan SMA.
Lomba tersebut yakni lomba tari kreasi, solo song, dan band competition.
"Ajang ini menjadi pengalaman penting bagi peserta sekaligus siswa kami untuk berorganisasi dan mengasah kreativitas," ujarnya.
Kompetisi tari kreasi yang diadakan Sabtu (26/4) menjadi sorotan utama, dengan 13 tim dari 11 sekolah menampilkan aksi panggung memukau.
Penampilan mereka sukses mengguncang panggung SABA dan memperlihatkan potensi seni yang luar biasa dari para pelajar muda.
Tak kalah menarik, Minggu (27/4) digelar lomba band tingkat SMA yang diikuti enam grup band, serta Solo Song Competition tingkat SMP dengan 10 finalis bersuara emas.
Kedua lomba ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tapi juga memperluas eksistensi SMAN 1 Bae Kudus di mata publik regional.
Selain kompetisi, Eutopia 47 juga diramaikan oleh stan UMKM siswa, yang memamerkan semangat wirausaha muda dengan berbagai produk kreatif.
"Ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, tapi pembelajaran nyata bagi kami," ungkap Awwaluddin Rifa’i, Ketua Panitia Eutopia 47.
Selama lima hari, berbagai lomba internal juga digelar, seperti Duta SABA, lomba menggambar Inspirasi Ekspresi, MARECO (Mars SABA English Competition), hingga OSN internal dan lomba tradisional yang mengundang gelak tawa seperti lari balok dan bakiak batok.
Senin (28/4) menjadi puncak acara, dibuka dengan jalan sehat dalam Eutopia Carnaval, fashion show dengan kostum dari barang bekas, bazar sehat oleh lima organisasi sekolah, dan penampilan spektakuler dari Cocopandan Pie, Diposri, hingga grup tari "Mutiara dari Timur" yang menyuguhkan tarian Papua penuh warna.
Final party ditutup meriah oleh penampilan band Ethernal.
“Semoga Eutopia 47 membesarkan nama Sabaku dan membuka jalan untuk event-event kreatif di masa depan,” harapnya. (dik)
Editor : Mahendra Aditya