KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengusulkan proposal pembangunan sekolah rakyat (SR) kepada pemerintah pusat.
Dari hasil pengusulan proposal tersebut telah dinyatakan lengkap.
Namun demikian, persyaratan masih menjadi kendala. Lahan yang dimiliki Kudus baru tiga hektare. Sedangkan yang dibutuhkan seluas enam hektare.
Pengusulan proposal pembangunan sekolah rakyat itu dilakukan pada Selasa (22/4) lalu.
Proposal disampaikan kepada Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian PUPR, dan Kementerian ATR oleh Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus.
Pelaksana tugas (Plt.) Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus Satria Agus Himawan menyampaikan, pengajuan proposal pembangunan sekolah rakyat ke sejumlah kementerian mendapat sinyal positif. Proposal dinyatakan lengkap.
"Alhamdulillah proposal diterima, dan kini tinggal menunggu verifikasi dari kementerian," jelasnya.
Satria menambahkan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen nyata Pemkab Kudus dalam mewujudkan akses pendidikan yang lebih merata.
Ia menyebut seluruh dokumen pendukung telah dilengkapi dan diserahkan sesuai arahan kementerian.
Namun, pengajuan ini belum sepenuhnya berjalan lancar. Yang akan menjadi tantangan di depan mata adalah keterbatasan lahan.
Kemensos mensyaratkan minimal enam hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
"Untuk sementara lahan yang tersedia di Kudus baru mencapai tiga hektar," imbuhnya.
Sementara untuk rencana pembangunan sekolah rakyat ini dibangun mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Satria menilai kebutuhan pendidikan tingkat menengah di Kudus masih tinggi, khususnya di beberapa kecamatan yang belum memiliki SMA Negeri.
"Melihat SD relatif sudah mencukupi, bahkan ada yang mengalami regrouping. Tapi untuk SMP dan SMA, kebutuhan masih cukup besar. Kami ingin memastikan pendidikan menengah dapat diakses semua kalangan, terutama keluarga prasejahtera,” jelasnya.
Rencananya, lahan yang akan dimanfaatkan untuk sekolah rakyat ini berada di sekitaran kelurahan Purwosari.
Pihaknya optimis Kudus bisa lolos dalam penunjukkan pembangunan sekolah rakyat.
Di sisi lain, pembangunan tersebut akan mempertimbangkan skala prioritas nasional.
Diketahui, Kemensos sendiri merencanakan pembangunan Sekolah Rakyat secara bertahap mulai 2025, dengan target awal sebanyak 59 lokasi di seluruh Indonesia.
Namun, belum dipastikan kapan Kudus akan mendapat giliran. (gal)
Editor : Ali Mustofa