Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sukses Curi Perhatian, Seminar Nasional PGSD UMK Kudus Banjir Peserta, Tema Gender Jadi Sorotan!

Andika Trisna Saputra • Selasa, 22 April 2025 | 19:10 WIB

SERAH TERIMA: Ketua HIMAPRO PGSD menyerahkan sertifikat kepada pemateri.
SERAH TERIMA: Ketua HIMAPRO PGSD menyerahkan sertifikat kepada pemateri.

KUDUS – Seminar nasional tahunan yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himapro) PGSD Universitas Muria Kudus (UMK) pada 21 April 2025 sukses mencuri perhatian.

Seminar ini bertajuk “Pendidikan dan Kesetaraan Gender untuk Masyarakat yang Adil”.

Acara ini bukan cuma jadi ajang edukasi, tapi juga syarat wajib buat mahasiswa PGSD yang ingin lanjut ke seminar proposal (sempro).

Baca Juga: Stadion SSA Kudus Dinilai Layak Gelar Piala AFF U-16 Putri, Tinggal Tunggu Ketok Palu!

Acara ini menghadirkan dua narasumber ahli dan digelar secara hybrid.

Total 400 peserta ikut andil, dengan 250 hadir langsung di aula kampus UMK dan 150 lainnya menyimak secara daring.

Mayoritas peserta adalah mahasiswa baru, tapi antusiasme juga datang dari perwakilan angkatan atas. Spirit Kartini banget!

Ketua Himapro PGSD UMK, Satria Pratama, menyebut seminar ini sebagai wadah memperluas wawasan dan relasi.

“Kami ingin menambah ilmu dan pengalaman mahasiswa langsung dari para pakar, juga memperluas relasi,” katanya.

Rangkaian acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan penampilan seni budaya seperti karawitan, tarian Denok Semarang, hingga fashion show perwakilan tiga angkatan.

Baca Juga: Kabar Baik, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton Manfaatkan Live Tiktok untuk Tampung Aspirasi Warga

Hal tersebut membuat suasana semakin semarak.

Pemateri pertama, Intiyas Utami, Rektor UKSW Salatiga, membongkar isu diskriminasi gender yang masih banyak terjadi.

“Gender bukan hanya soal jenis kelamin, tapi soal keadilan atas hak dan kewajiban,” tegasnya.

Dosen UMK sendiri, Mamik Indaryani, menyusul sebagai pemateri kedua dengan bahasan tajam soal stigma budaya yang masih membelenggu.

“Kita harus mulai membentuk mindset yang responsif gender,” ujarnya mantap.

Ketua panitia, Dewi Sinta Saputri, mengungkapkan bahwa peserta tak hanya pulang dengan ilmu, tapi juga oleh-oleh kece seperti notebook, pouch, bolpoin, dan gantungan kunci.

Baca Juga: Peringati Hari Kartini, ASN hingga Dharma Wanita di Kudus Wajib Berkebaya 21 April Nanti

Selain itu tersedia konsumsi dan sertifikat juga.

Seminar berlangsung interaktif dan meriah. Banyak peserta yang aktif bertanya, menandakan besarnya perhatian pada isu kesetaraan gender.

“Harapannya setelah acara ini, tidak ada lagi perbandingan dan perlakuan berbeda hanya karena gender,” tutup Dewi.

Inilah bukti mahasiswa PGSD UMK siap jadi Kartini-Kartini masa kini dan berani bersuara lewat edukasi inklusif serta aksi nyata. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#kesetaraan gender #seminar nasional #hybrid #kartini masa kini #Kudus #pendidikan #seminar