KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Bendungan Logung, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Menurutnya, kawasan pegunungan Patiayam yang mengelilingi bendungan tersebut memiliki potensi besar tidak hanya dari sisi ekologi, tetapi juga ekonomi lewat pengembangan pariwisata dan hasil pertanian.
Hal itu disampaikan Gus Yasin – sapaan akrabnya – saat mengikuti kegiatan penanaman 1.000 bibit pohon buah-buahan di timur Bendungan Logung, Jumat (18/4/2025).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, komunitas lingkungan Laskar Lereng Muria, serta sejumlah pemangku kepentingan.
"Bibit yang ditanam adalah tanaman buah. Harapannya, saat pohon tumbuh dan berbuah nanti, masyarakat bisa memetik manfaat ekonomi," kata Gus Yasin saat memberikan sambutan.
Baca Juga: Tampil Positif di Laga Perdana JSSL Singapura, Dua Tim Putri Asal Kudus Tak Terkalahkan
Naik Speedboat ke Lokasi Penanaman
Penanaman dilakukan di area bukit seberang waduk. Untuk mencapai lokasi tersebut, rombongan harus menyusuri perairan Logung menggunakan speedboat.
Aksi ini sekaligus menjadi bentuk simbolik untuk memperlihatkan pentingnya pelestarian kawasan sekitar bendungan.
Selain berdampak pada ekonomi, Yasin menekankan pentingnya kegiatan tersebut untuk mengatasi perubahan iklim dan mencegah erosi di lereng Pegunungan Patiayam.
"Gerakan ini bukan sekadar seremoni. Kita harus memastikan pohon-pohon ini dirawat sampai tumbuh. Edukasi ke masyarakat juga penting, agar mereka paham pentingnya menjaga lingkungan," tegasnya.
Contoh Jepang: Panjang Umur karena Lingkungan Terjaga
Dalam pidatonya, Gus Yasin sempat menyinggung bagaimana kebiasaan masyarakat Jepang dalam menjaga lingkungan berdampak positif pada kualitas hidup dan usia harapan hidup mereka yang tinggi, mencapai 90 tahun.
"Salah satu hal kecil yang bisa dicontoh adalah tidak membuang sampah sembarangan. Di Jepang, kesadaran lingkungan itu tinggi, dan hasilnya luar biasa bagi kesehatan dan umur panjang masyarakatnya," ucapnya.
Ia berharap semangat serupa bisa tumbuh di kalangan petani dan warga sekitar Bendungan Logung.
Apalagi kawasan ini mulai dilirik sebagai destinasi wisata, sehingga pelestarian lingkungan menjadi investasi jangka panjang yang sangat potensial.
Editor : Mahendra Aditya"Kalau lingkungan kita jaga, air tetap tersedia, pertanian tetap jalan, wisata hidup. Artinya, ekonomi masyarakat pun ikut tumbuh," tambahnya.