Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dulu Bau dan Semrawut, Kini TPA Tanjungrejo Kudus Berubah Total! Ini Penampakannya!

Andika Trisna Saputra • Jumat, 18 April 2025 | 13:55 WIB
KEGIATAN: Sejumlah pemulung memilah sampah di TPA Tanjungrejo, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
KEGIATAN: Sejumlah pemulung memilah sampah di TPA Tanjungrejo, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

JEKULO, Radar Kudus – TPA Tanjungrejo Kudus yang dulu dikenal penuh tumpukan sampah dan bau menyengat, kini tampil dengan wajah baru yang bikin takjub.

Setelah diterpa isu darurat sampah, tempat pembuangan akhir ini berubah drastis menjadi lebih tertata, bersih, dan terkendali.

Kepala UPT TPA Tanjungrejo, Eko Warsito, menyampaikan bahwa kondisi saat ini jauh lebih baik.

Baca Juga: Waspada! Chikungunya Serang 36 Warga Kudus dalam Tiga Bulan

Baca Juga: Nekat Buka Lagi Usai Disegel, Karaoke Ilegal di Kudus Disikat Satpol PP

“Sekarang nggak ada lagi antrean truk sampah, bau tak sedap, atau tumpukan yang semrawut. Jauh beda dibanding saat kondisi darurat dulu,” ungkapnya, Kamis (10/4).

Keajaiban ini bukan datang tiba-tiba.

Ternyata, rahasianya terletak pada sistem pemilahan sampah yang diterapkan ketat.

Sampah organik kini diserahkan kepada PT Djarum lewat program Bakti Lingkungan Djarum Foundation, yang sanggup menyerap hingga 50 ton per hari untuk diolah dijadikan pupuk.

Imbasnya, volume sampah harian yang masuk ke TPA turun drastis, dari 179 ton menjadi rata-rata 140 ton.

Meski volume bisa naik saat ada acara besar, sistem penataan tetap berjalan.

Baca Juga: Kesadaran Warga Kudus Terhadap Pengobatan HIV Meningkat, 34 Kasus Baru Ditemukan Awal Tahun Ini

Tumpukan sampah kini disusun rapi dengan sistem terasering, dan di hari-hari tertentu yaitu Senin, Rabu, dan Jumat, PT Djarum rutin mengambil sampah organik dari TPA Tanjungrejo.

Operasional TPA didukung oleh tiga truk dari Dinas PKPLH, 30 petugas Dagsar, dan beberapa kendaraan roda tiga milik KSWK.

Dengan lahan seluas 5,6 hektare dan lebih dari 4 hektare zona aktif, TPA yang telah berusia 34 tahun ini dikelola dengan efisiensi tinggi.

Hal tersebut dilakukan demi menyesuaikan dengan padatnya aktivitas warga Kudus yang mayoritas berdagang.

“Banyak daerah lain TPA-nya sudah tutup, tapi Kudus bisa bertahan dan bisa dikatakan berhasil dalam mengelola sampah,” kata Eko bangga.

Baca Juga: Stadion SSA Kudus Dinilai Layak Gelar Piala AFF U-16 Putri, Tinggal Tunggu Ketok Palu!

Tak hanya itu, Pemda juga menurunkan dua excavator dan satu buldoser, ditambah sewa empat alat berat lainnya. Bahkan, bulan April akan datang satu unit excavator baru untuk memperkuat penataan.

Kabar gembira lainnya, TPA Tanjungrejo akan menggandeng perusahaan swasta untuk mengolah sampah non-organik menjadi bahan bakar melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Sampah akan dicacah dan dikeringkan hingga kadar airnya di bawah 20 persen sebelum dikirim ke perusahaan mitra.

Untuk mengatasi limbah cair atau lindi sementara, pengelola kini memanfaatkan Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu (IPLT) yang baru saja selesai dibangun, demi menjaga kebersihan Sungai Jati Pasean.

“Kalau masyarakat sadar pentingnya memilah sampah dari rumah, pengelolaan sampah akan jauh lebih mudah. Semua ini butuh kerja sama,” pungkas Eko. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#TPA Tanjungrejo kudus #pengelolaan sampah #Tertata dengan rapi #sampah #teknologi RDF