KUDUS – Kondisi Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Jalan Lingkar timur cukup memprihatinkan. Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus mengaku kondisi lampu penerangan tersebut mengalami lapuk.
Kasi Sarana Pra Sarana pada Dishub Kudus, Nanang Ari menyatakan, masyarakat beberapa waktu lalu melaporkan matinya LPJU yang berada di Jalan Lingkar Timur.
Atau yang berada di turut Desa Ngembal Kulon hingga Tanjungkarang. Laporan tersebut disampaikan lewat layanan aduan Wadul K1 dan K2.
Selanjutnya, Dishub Kudus menindaklanjuti laporan tersebut. Tim Saber LPJU turun ke lokasi tersebut melakukan observasi.
”Kami sudah menindaklanjuti dengan turun di lokasi, kami memutuskan tidak melakukan tindakan,” jelasnya.
Menurut Nanang, langkah itu dikarenakan tim Saber melihat kondisi tiang lampu sudah lapuk.
Apabila terpaksa dilakukan perbaikan akan berisiko tinggi pada petugas.
”Kondisi besi atau tiang lampu itu sudah lapuk, jika diperbaiki akan berisiko tinggi pada petugas,” katanya.
Resiko ini, kata Nanang akan mengakibatkan ambruk.
Hal tersebut juga akan berdampak pada pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi. Nyawa petugas dan pengguna jalan akan turut terancam.
Melihat kondisi tersebut, Dishub Kudus tengah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah pusat.
Pasalnya penerangan lampu jalan di jalan lingkar adalah kewenangan nasional.
”Kami melaporkan kondisi itu kepada pemerintah pusat, agar segera ditindaklanjuti segera,” katanya.
Nanang berharap, kondisi tiang yang lapuk tersebut segera diganti oleh pemerintah pusat.
Agar penerangan bisa berfungsi kembali serta tidak membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Penanganan LPJU ini terus dilakukan oleh Dishub Kudus. Penanganan dilakukan di seluruh titik jalan baik di ruas kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Hal tersebut untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Upaya penanganan tersebut yang dilakukan lintas kewenangan telah dikomunikasikan kepada pemerintah terkait. (gal)
Editor : Ali Mustofa