KUDUS, Radar Kudus – Jumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kabupaten Kudus terus mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir.
Penyusutan ini terjadi akibat proses validasi dan verifikasi yang dilakukan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kudus.
Kepala Kesbangpol Kudus, Mochammad Fitriyanto, mengungkapkan bahwa hingga akhir Maret 2025, hanya tercatat 133 ormas yang masih aktif dan memiliki legalitas sah.
Baca Juga: Rokok Ilegal Asal Vietnam Masuk RI, Bea Cukai Siap Perangi
“Per Maret 2025, tercatat ada 133 ormas di Kudus. Tiga di antaranya baru mengajukan pendaftaran sejak Januari,” jelasnya saat ditemui Selasa (15/4).
Ormas-ormas tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai dari sosial, ekonomi, budaya, hingga kesenian. Namun, menurut Fitriyanto, tidak ada sektor yang mendominasi karena setiap ormas memiliki fokus dan aktivitas yang berbeda.
Penurunan jumlah ormas cukup signifikan. Pada 2022, tercatat sekitar 380 ormas di database Kesbangpol.
Namun, setelah dilakukan verifikasi mendalam pada 2023, hanya 88 yang dinyatakan aktif dan memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang masih berlaku.
“Verifikasi ini penting karena keberadaan ormas harus jelas secara struktur dan kegiatan. Dari 380, hanya 88 yang benar-benar masih jalan,” tegasnya.
Sepanjang 2024, terdapat penambahan 32 ormas baru, sehingga totalnya menjadi 120. Dengan tambahan tiga ormas di awal 2025, jumlah terkini menjadi 133 ormas yang dinyatakan aktif.
Baca Juga: Pemutihan Pajak Diserbu Warga, Samsat Kudus Raup Rp7,6 Miliar
Sementara itu, hingga kini belum tersedia alokasi bantuan dana khusus bagi ormas secara umum.
Meski demikian, Kesbangpol tetap memberikan dukungan dalam bentuk fasilitasi dan kolaborasi bagi ormas yang dinilai aktif dan berkontribusi di masyarakat.
Dua ormas yang disebut cukup aktif antara lain PD Muhammadiyah dan Gerakan Masyarakat Anti Mandat (GERAM), terutama dalam kegiatan sosial dan penanganan penyalahgunaan narkoba.
“Bantuan langsung belum tersedia tahun ini. Tapi ormas yang aktif dan memiliki kontribusi nyata di masyarakat tetap kami dukung dalam bentuk fasilitasi dan kolaborasi,” tutup Fitriyanto. (dik)
Editor : Mahendra Aditya