Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Waspada! Talud Kali Gelis Kudus Mulai Tergerus, Puluhan Rumah di Bae Terancam Longsor

Indah Susanti • Selasa, 8 April 2025 | 15:44 WIB

BLUSUKAN: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wabup Bellinda Putri Sabrina Birton mengecek Talud Kali Gelis di bawah jembatan Desa Panjang, Bae, kemarin
BLUSUKAN: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wabup Bellinda Putri Sabrina Birton mengecek Talud Kali Gelis di bawah jembatan Desa Panjang, Bae, kemarin

KUDUS – Ancaman longsor mengintai kawasan pemukiman warga di Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus.

Pasalnya, talud Kali Gelis di bawah jembatan RT 3/RW 2 desa tersebut diketahui mulai tergerus aliran air deras, dan jika dibiarkan berlarut-larut, dapat menyebabkan keruntuhan struktur serta mengancam keselamatan warga di sekitarnya.

Kondisi kritis ini diketahui langsung oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris saat melakukan kunjungan lapangan beberapa waktu lalu.

Ia bahkan meninjau langsung lokasi bersama Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, untuk melihat seberapa parah kerusakan yang terjadi.

Baca Juga: 23 Gunungan Kupat dan Lepet Ludes Diserbu! Tradisi Kupatan di Kudus dan Jepara Seret Ribuan Warga Berebut Berkah


Panjang Talud Tergerus Capai 25 Meter

Saat peninjauan, Bupati Sam’ani menyampaikan bahwa kerusakan talud cukup signifikan, dengan panjang bagian yang tergerus mencapai 20 hingga 25 meter, dan tinggi mencapai sekitar 12 meter.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, kerusakan ini berpotensi meluas dan membahayakan pondasi jembatan serta permukiman warga.

“Kondisinya saat ini sudah parah, jika terus dibiarkan akan menggerus pondasi talud bagian barat. Ini jelas membahayakan,” ujar Bupati Sam’ani saat berada di lokasi.

Menurutnya, kerusakan ini harus segera ditangani agar tidak berdampak lebih luas, mengingat kawasan sekitar merupakan area padat penduduk.


Kewenangan Pemprov, Pemkab Siap Koordinasi

Bupati Sam’ani menegaskan bahwa wilayah sungai dan talud tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, bukan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Meski begitu, pihaknya tidak tinggal diam dan akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) maupun Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah.

“Kami segera komunikasikan ke BBWS dan dinas terkait. Meski kewenangan provinsi, kami tetap harus pastikan keselamatan warga Kudus,” katanya.

Langkah cepat ini diambil demi mempercepat proses perbaikan dan mencegah dampak buruk dari kondisi talud yang terus melemah.


Warga Resah, Air Mengalir Liar dan Terus Mengikis

Sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi juga mengaku resah dengan kondisi talud yang kian hari semakin parah.

Slamet Voni, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa kerusakan telah berlangsung selama dua tahun terakhir.

Awalnya, sumuran penahan air jebol, menyebabkan aliran air berubah arah secara ekstrem.

“Air dari utara langsung mengalir deras ke barat, dan akhirnya ke selatan. Aliran yang tidak terkontrol inilah yang menggerus bagian talud,” terang Slamet.

Ia menambahkan, jika kerusakan tidak segera diperbaiki, dampaknya bisa sangat fatal, terutama bagi rumah-rumah yang berdiri tak jauh dari tepian talud.

Baca Juga: Ini Yang Menyebabkan Investasi Logam Mulia Antam Digemari, Bahkan Setelah Lebaran Pun Tetap Digemari


Potensi Bencana Jika Tak Ditangani Serius

Kondisi talud yang sudah tergerus hingga puluhan meter menimbulkan kekhawatiran serius.

Jika tidak segera diperkuat atau dibangun ulang, bukan hanya jembatan dan talud yang akan rusak, tetapi bencana longsor bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama saat musim hujan tiba dengan debit air yang meningkat.

Pemerhati lingkungan dan tata wilayah Kudus, Joko Prasetyo, menekankan pentingnya respon cepat dan pembangunan infrastruktur penahan air yang lebih kokoh.

“Kita tidak bicara soal estetika, tapi keselamatan warga. Kalau sampai longsor, biaya yang dibutuhkan untuk pemulihan bisa jauh lebih besar daripada pencegahan sejak dini,” ungkapnya.


Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Situasi ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan BBWS untuk tidak menunda penanganan.

Talud sungai bukan sekadar pelengkap infrastruktur, tetapi juga garis pertahanan penting terhadap risiko bencana banjir dan longsor.

Masyarakat berharap langkah koordinasi yang sudah dijanjikan Pemkab Kudus bisa segera direspons positif oleh pihak terkait di provinsi.

Apalagi, lokasi kerusakan berada dekat jalur strategis dan permukiman padat.


Jangan Tunggu Talud Runtuh

Kisah talud Kali Gelis ini mengingatkan kita bahwa kerusakan infrastruktur dasar harus ditanggapi cepat sebelum berkembang menjadi bencana.

Pemerintah daerah sudah melakukan langkah awal dengan inspeksi dan koordinasi. Kini, giliran Pemerintah Provinsi mengambil langkah nyata.

Keselamatan warga harus jadi prioritas utama. Jangan tunggu sampai rumah-rumah warga ambruk baru bergerak! (san)

Editor : Mahendra Aditya
#Samani Intakoris #kali gelis kudus #Kudus #Talud Kali Gelis #bupati kudus #kali gelis