Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

23 Gunungan Kupat dan Lepet Ludes Diserbu! Tradisi Kupatan di Kudus dan Jepara Seret Ribuan Warga Berebut Berkah

Indah Susanti • Selasa, 8 April 2025 | 15:37 WIB

TRADISI SEWU KUPAT: Bupati Kudus Sam
TRADISI SEWU KUPAT: Bupati Kudus Sam

KUDUS Sebanyak 23 gunungan berisi ketupat, lepet, dan hasil bumi habis dalam waktu kurang dari setengah jam dalam Parade Sewu Kupat Muria yang digelar di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, pada Minggu (7/4).

Ribuan warga tumpah ruah di jalanan, antusias mengikuti prosesi kirab budaya dari kompleks Makam Sunan Muria menuju Taman Ria Colo.

Event ini bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan wujud pelestarian tradisi dan simbol syukur masyarakat atas rezeki dan keselamatan.

Parade yang menghadirkan 23 gunungan dari 18 desa ini, sukses membangkitkan semangat budaya sekaligus potensi wisata religi di kawasan Muria.


Tradisi Lintas Generasi: Merawat Warisan Budaya

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengungkapkan niat besar untuk membawa Parade Sewu Kupat Muria masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) pada tahun 2026.

Ia menyatakan event ini merupakan warisan berharga yang digagas oleh Bupati sebelumnya, Musthofa, dan para tokoh budaya setempat.

“Kami ingin menegaskan bahwa tradisi ini bukan hanya milik warga Kudus, tapi bagian dari kekayaan budaya nasional yang layak dicatat sejarah,” ujar Sam’ani.

Menurutnya, Parade Sewu Kupat menjadi daya tarik wisata yang memiliki nilai spiritual, edukatif, dan rekreatif.

Tak hanya warga lokal, pengunjung dari luar kota pun turut datang demi ikut serta dalam perayaan ini.


Musthofa: Tradisi Ini Adalah Simbol Kekuatan Budaya Muria

Salah satu inisiator tradisi, Anggota DPR RI Musthofa, mengapresiasi kekompakan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan yang turut menyukseskan kegiatan ini.

Sejak dicetuskan pada 2007, Festival Sewu Kupat terus berkembang dan menjadi agenda budaya tahunan yang dinanti.

“Inilah bukti bahwa budaya Muria tak lekang oleh zaman. Masyarakatnya tangguh menjaga tradisi,” kata Musthofa.


Berebut Gunungan: Antara Berkah dan Keyakinan

Tak hanya di Kudus, euforia Kupatan juga terasa di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo.

Festival Budaya Bulusan pada hari yang sama (7/4) menampilkan 10 gunungan berisi ketupat, lepet, dan hasil bumi seperti tomat, kacang panjang, terong, serta sayuran lainnya.

Ribuan warga berkumpul sejak pagi di area Punden Makam Mbah Dudo, berharap bisa mendapatkan bagian dari gunungan yang dipercaya membawa keberkahan.

Tak hanya berebut makanan, mereka juga disuguhi pertunjukan teatrikal yang mengangkat kisah moral tentang pentingnya bersedekah.

Muhammad Aris, Seksi Acara Festival Bulusan, menjelaskan bahwa tema tahun ini adalah “1.000 Ketupat dan Lepet”, yang mencerminkan kemakmuran dan kecukupan pangan masyarakat setempat.

“Tradisi ini juga menampilkan pentas seni dan ritual memberi makan bulus (penyu air tawar), simbol warisan ajaran Sunan Muria,” terang Aris.


 

SERU: Warga saling berebut kupat dan lepet.
SERU: Warga saling berebut kupat dan lepet.

Jepara Tak Kalah Meriah: Festival Kupat-Lepet Kembali Digelar

Sementara itu, di Kabupaten Jepara, festival serupa juga digelar setelah dua tahun absen akibat keterbatasan anggaran.

Di lapangan Pantai Kartini, dua gunungan besar berisi sekitar 4.000 ketupat dan lepet menjadi rebutan warga yang sudah menunggu sejak pagi.

Acara yang dimulai pukul 09.30 WIB itu langsung memicu antusiasme tinggi. Dalam waktu kurang dari 30 menit, seluruh isi gunungan habis dibagikan.

Salah satu warga, Jumiati asal Suwawal Timur, mengaku sudah datang sejak pukul 06.30 demi mendapatkan “berkah ketupat”.

Baca Juga: HEBOH! Ribuan Warga Berebut Kupat dan Lepet di Festival Pantai Jepara — Cuma Butuh 30 Menit untuk Ludes!

“Alhamdulillah dapat tujuh ketupat. Rencana saya mau makan bareng keluarga, semoga membawa berkah dan kesehatan,” ucapnya.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengungkapkan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan kuliner, melainkan bentuk penghormatan atas perjuangan Ratu Kalinyamat dalam melawan Portugis di Malaka.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih meriah. Ini bentuk komitmen kami menjaga jati diri budaya Jepara,” ujarnya.


Kupat dan Lepet: Makanan Sarat Makna

Kupat (ketupat) dan lepet bukanlah sekadar makanan tradisional. Dalam filosofi Jawa, ketupat melambangkan "ngaku lepat" atau mengakui kesalahan, sementara lepet berarti "saling melekat", mencerminkan ikatan silaturahmi antarwarga.

Tradisi membagikan dan merebut ketupat serta lepet adalah simbolisasi dari kerendahan hati, solidaritas sosial, dan rasa syukur atas limpahan rezeki.

Tak heran jika tradisi ini bertahan kuat dan selalu dirayakan dengan gegap gempita.


Potensi Wisata Budaya dan Religi

Ketiga lokasi — Kudus, Jepara, dan Hadipolo — membuktikan bahwa kekayaan budaya lokal bisa menjadi magnet wisata jika dikemas dengan baik.

Perpaduan antara prosesi adat, kuliner khas, dan pertunjukan seni, menjadikan event Kupatan bukan hanya acara seremonial, tetapi festival rakyat sejati.

Dengan sentuhan promosi yang konsisten dan dukungan pemerintah daerah, acara seperti ini dapat menjelma menjadi ikon budaya nasional yang tidak hanya melestarikan nilai-nilai lokal, tapi juga mendatangkan manfaat ekonomi bagi warga.

Baca Juga: Terlihat Rapi, Taman Ria Colo Kudus Siap Jadi Lokasi Sewu Kupat Hari Ini, Bakal Dimeriahkan Berbagai Perayaan Tradisi


Penutup: Menjaga Tradisi, Menumbuhkan Identitas

Tradisi Kupatan bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga perwujudan identitas dan spiritualitas masyarakat Jawa. Ketika ribuan tangan berebut kupat dan lepet, di sanalah terlihat semangat gotong royong, doa yang diam-diam terucap, serta harapan akan masa depan yang lebih baik.

Dari Muria hingga Pantai Kartini, ketupat bukan hanya makanan — ia adalah warisan, berkah, dan kebanggaan.(san/gal/rom)

Editor : Mahendra Aditya
#Sewu Kupat #syawalan #jepara #Tradisi Kupatan #kupatan #Parade Sewu Kupat Muria #Kudus #warisan budaya