Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lebaran Ketupat Kudus 2025 Siap Ramaikan Wisata Budaya: Tradisi Unik dan Mitos Jodoh!

Andika Trisna Saputra • Sabtu, 5 April 2025 | 21:48 WIB
TRADISI: Event Sewu Kupat tradisi tahunan saat Syawalan atau Kupatan di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus.
TRADISI: Event Sewu Kupat tradisi tahunan saat Syawalan atau Kupatan di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus.

RADAR KUDUS - Kudus kembali bersiap menyambut salah satu perayaan budaya paling dinantikan setelah Idul Fitri, yaitu Lebaran Ketupat.

Direncanakan berlangsung pada Senin, 7 April 2025, perayaan ini akan kembali menyuguhkan kemeriahan khas tanah Jawa, dengan balutan tradisi spiritual, ritual adat, hingga sajian kuliner rakyat seperti ketupat dan lauk pauk khas desa.

Namun, tahun ini ada kabar tak sedap di tengah persiapan. Dua tradisi andalan harus absen karena kendala teknis.

Meski demikian, semangat masyarakat dan pemerintah daerah tetap membara untuk menjadikan Lebaran Ketupat 2025 sebagai magnet wisata budaya.

Baca Juga: Berhasil Selamatkan Persiku Kudus dari Jurang Degradasi, Manajemen Diperkirakan bakal Perpanjang Kontrak Coach Alfiat


Ketupat Bukan Sekadar Makanan, Tapi Simbol Syukur dan Persaudaraan

Di Kudus, Lebaran Ketupat bukan hanya urusan perut. Tradisi ini menyimpan nilai spiritual tinggi, menjadi simbol penutup rangkaian puasa Syawal, dan sarana menyambung silaturahmi antarkeluarga dan warga desa.

Warga berbondong-bondong membuat ketupat dalam jumlah besar — bukan hanya untuk keluarga, tapi juga untuk sesajen dan dibagikan ke sesama sebagai wujud syukur.

Ketupat di sini punya makna filosofis. Bentuknya yang segi empat melambangkan empat arah mata angin—menyiratkan keterbukaan hati untuk saling memaafkan dan berbagi rezeki.


Tradisi Ikonik Tetap Hadir: Dari Sewu Kupat hingga Ritual Jodoh

Meski dua tradisi besar absen tahun ini, empat tradisi utama tetap akan digelar meriah dan serentak, satu minggu setelah Idul Fitri 1446 H.

Hal ini disampaikan langsung oleh Mutrikah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus.

Berikut adalah empat tradisi yang akan memeriahkan Lebaran Ketupat 2025:

1. Tradisi Sewu Kupat (Colo, Dawe)

Melibatkan 18 desa di Kecamatan Dawe, acara ini akan dipusatkan di kawasan religi Makam Sunan Muria dan Taman Ria Desa Colo.

Ribuan ketupat disusun dan dikirab, sebagai bentuk penghormatan sekaligus suguhan spiritual. Acara ini kerap dihadiri peziarah dari berbagai penjuru tanah air.

2. Kirab Bulusan (Hadipolo, Jekulo)

Diselenggarakan di Punden Mbah Dudo, Dukuh Sumber, tradisi ini mencuri perhatian karena adanya ritual memberi makan bulus (kura-kura air tawar besar) yang dianggap sakral.

Warga percaya bahwa bulus merupakan penjaga spiritual desa dan membawa berkah.

3. Gebyar Kupatan & Lomba Perahu (Kesambi, Mejobo)

Diselenggarakan di Wisata Mbalong Sangkal Putung, perayaan ini penuh warna dengan kirab gunungan makanan, lomba perahu rakyat, dan hiburan tradisional.

Warga dan pengunjung akan disuguhkan pesta rakyat yang otentik.

4. Tradisi Sendang Jodo (Purworejo, Bae)

Inilah tradisi yang paling ditunggu-tunggu para jomblo! Dengan latar kolam mata air sakral, Sendang Jodo dipercaya bisa mempercepat jodoh.

Warga mengikuti prosesi mandi di sendang, lalu mengikuti kirab dan doa bersama. Meskipun hanya mitos, antusiasme para peserta selalu tinggi.

Baca Juga: Fantastis, Destinasi Wisata Alam di Kudus Ini Dikunjungi 4.000 Wisatawan Per Hari saat Libur Lebaran


Dua Tradisi Absen: Sungai Tertutup Eceng Gondok dan Kendala Teknis

Sayangnya, tahun ini dua agenda budaya harus terpaksa ditiadakan:

  • Lomban Perahu di Desa Temulus, gagal digelar karena kondisi sungai yang dipenuhi eceng gondok sehingga tidak layak digunakan.

  • Kupatan di Desa Wonosoco, juga dibatalkan karena kendala teknis yang tidak dijelaskan secara rinci.

Mutrikah memastikan bahwa pihaknya akan bekerja keras melakukan normalisasi sungai agar tahun depan tradisi bisa kembali dinikmati masyarakat.

“Kami tetap optimis. Dengan acara yang masih berjalan, Lebaran Ketupat Kudus tahun ini tetap akan menjadi destinasi budaya unggulan dan menarik wisatawan luar daerah,” ujarnya.


Daya Tarik Wisata: Momentum Kudus Bangkitkan Potensi Lokal

Lebaran Ketupat bukan hanya perayaan budaya, tapi juga momen kebangkitan ekonomi lokal.

Dengan banyaknya pengunjung yang hadir, pelaku UMKM, pedagang kaki lima, pengrajin, hingga pelaku wisata ikut merasakan dampaknya.

Hotel dan penginapan di sekitar Colo dan daerah wisata lainnya mulai menunjukkan peningkatan reservasi. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk menjaga keamanan, kenyamanan, serta kebersihan selama acara berlangsung.

Kepala Desa Colo, salah satu pusat kegiatan, bahkan mengatakan bahwa banyak warga perantauan memilih mudik seminggu lebih lama hanya untuk ikut meramaikan tradisi ini.


Kesimpulan: Antara Tradisi dan Harapan

Meski tidak semua tradisi bisa digelar tahun ini, semangat masyarakat Kudus tak luntur. Lebaran Ketupat 2025 tetap akan menjadi puncak perayaan pasca-Lebaran yang sarat makna dan magnet wisata.

Dari ritual sakral, kirab meriah, hingga kisah jodoh yang melegenda, Kudus membuktikan bahwa budaya lokal masih menjadi kekuatan besar dalam membentuk identitas, mempererat persaudaraan, dan menarik wisatawan.

Jadi, kalau kamu belum punya rencana liburan minggu depan, Kudus bisa jadi tujuan sempurna—dengan ribuan ketupat, energi tradisi, dan harapan baru yang mengalir dari setiap sendang dan kirabnya. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#Lebaran Ketupat Kudus 2025 #Idulfitri 1 Syawal 1446 H #Tradisi Sendang Jodo #lebaran 2025 #Gebyar Kupatan #Kudus #Kirab Bulusan #tradisi sewu kupat