Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pedagang Kliwon Kudus Mengaku Resah Adanya Pungutan THR jelang Lebaran, Begini Tanggapan Dinas

Indah Susanti • Jumat, 28 Maret 2025 | 18:12 WIB

 

KELUHKAN THR LIAR: Para pembeli lalu lalang di sekitar dalam Pasar Kliwon Kudus.
KELUHKAN THR LIAR: Para pembeli lalu lalang di sekitar dalam Pasar Kliwon Kudus.

KUDUS – Jelang Lebaran aksi permintaan uang berkedok tunjangan hari raya (THR) dikeluhkan beberapa pedagang di Pasar Kliwon.

Berdasarkan informasi yang beredar, orang yang meminta THR layaknya preman.

Selain itu, ada juga oknum petugas kebersihan, petugas keamanan, kuli panggul, hingga orang tak dikenal.

Aksi pungutan berkedok THR tersebut bahkan sampai masuk Wadul K1 (pengaduan Bupati Kudus) dan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Dalam aduannya, beberapa pedagang mengeluhkan adanya pungutan THR.

Salah satu pedagang di Pasar Kliwon Anik Wiwin menyebut memang ada permintaan uang dengan dalih THR dari petugas keamanan, petugas kebersihan, dan kuli panggul.

Tapi, tidak ditentukan nominal dan mereka juga ada kelompok masing-masing. Itupun sudah ada tiap tahun jelang Lebaran.

“Tidak ada pemaksaan juga, memberinya juga seikhlasnya. Ini bentuk terima kasih saja karena toko kami sudah dijaga. Tapi kalau orang luar tidak dikasih, biasanya moment Lebaran ini dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Anik pedagang interior di Blok A Pasar Kliwon, kemarin.

Hal serupa juga disampaikan oleh Didik, pedagang baju di Blok A Pasar Kliwon.

Ia menyebut bahwa tidak ada pemaksaan terhadap permintaan THR tersebut. Nominal uang juga tidak dipatok dan memberinya sebagai imbalan terimakasih.

“Tidak masalah kalau itu (permintaan THR), kalau mau ngasih ya ngasih kalau tidak ya tidak. Itu sudah berjalan sejak tahun-tahun yang dulu,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Pasar pada Dinas Perdagangan Kudus Albertus Harys Yunanto menegaskan, pihaknya telah memperingatkan petugas keamanan dan kebersihan untuk tidak melakukan aksi pungutan THR kepada pedagang.

“Sudah kami peringatkan setiap tahun untuk petugas kebersihan dan keamanan, kalau kuli kan bukan wilayah kami. Dan kami juga bilang ke pedagang, kalau tidak mau ngasih jangan dikasih,” tandasnya.

Terkait dengan laporan adanya orang tidak dikenal yang meminta THR di Pasar Kliwon, Harys menegaskan bahwa aksi tersebut bisa dilaporkan ke Dinas Perdagangan. Sehingga, aksi tersebut bisa ditindak dengan tegas.

“Kalau ada aksi premanisme dari orang luar pasar, bisa dilaporkan. Biasanya kalau lapor nanti langsung ditindak oleh petugas keamanan pasar,” tegasnya.

Harys menekankan bahwa tradisi THR dari para pedagang tersebut sudah menjadi tradisi tahunan.

Bertahan lantaran masih ada pedagang yang memberikan. Bahkan, ada beberapa pedagang yang inisiatif sendiri memberi.

“Kalau imbauan kami, bagi pedagang kalau tidak mau ngasih jangan ngasih. Petugas kami sudah kami peringatkan berkali-kali. Dan kemarin pas itu ramai, akhirnya dipertemukan kedua belah pihak, akhirnya dari pedagang berakhir ikhlas,” imbuhnya. (san)

Editor : Ali Mustofa
#thr #lebaran #pasar kliwon #dinas perdagangan #Kudus #premanisme #pedagang