Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kisah Persalinan Pegawai BPJS Kesehatan Menggunakan JKN

Redaksi • Selasa, 25 Maret 2025 | 22:04 WIB

 

Noor Alina Naili Shufa, 27, Pegawai BPJS Kesehatan Cabang Kudus yang  memanfaatkan Program JKN dari BPJS Kesehatan ketika mengakses layanan kesehatan.
Noor Alina Naili Shufa, 27, Pegawai BPJS Kesehatan Cabang Kudus yang  memanfaatkan Program JKN dari BPJS Kesehatan ketika mengakses layanan kesehatan.

KUDUS – Noor Alina Naili Shufa (27) merupakan Pegawai BPJS Kesehatan Cabang Kudus yang beberapa kali telah memanfaatkan Program JKN dari BPJS Kesehatan ketika mengakses layanan kesehatan baik untuk dirinya maupun keluarganya.

Baru-baru ini dirinya menggunakan JKN untuk persalinan pertamanya.

“Sebenarnya saya sudah lama terdaftar Program JKN, sudah sejak tahun 2018 hingga sekarang. Saya juga sudah beberapa kali berobat menggunakan JKN, terakhir bulan Oktober 2024, saya gunakan untuk persalinan di Rumah Sakit Mardi Rahayu,” ujar pegawai yang akrab di sebut Eli.

Eli menjelaskan bahwa proses persalinannya bukan serta merta langsung periksa ke rumah sakit, tetapi tetap mengikuti alur pelayanan Program JKN dengan berobat ke Fasilitas Tingkat Pertama (FKTP) terlebih dahulu.

“Awalnya saya berobat terlebih dahulu di Dokter Praktik Perorangan (DPP), kemudian karena dokter tersebut bekerjasama dengan bidang jejaring desa, akhirnya saya kontrol di bidan tersebut. Setelah melakukan beberapa kali kontrol dan serangkaian pemeriksaan kehamilan, ternyata ada indikasi bayi sungsang,” kata Eli.

Posisi bayi sungsang atau breech birth sendiri adalah kondisi dimana posisi kepala janin di dalam kandungan tetap berada di atas sekalipun usia kehamilan sudah lebih dari 36 minggu.

Normalnya, ibu dapat merasakan detak jantung janin di bawah pusar. Namun, dalam posisi sungsang, detak jantung janin akan terasa di atas pusar.

“Dengan adanya indikasi bayi sungsang, akhirnya dokter memutuskan untuk merujuk ke dokter spesialis kandungan di Rumah Sakit Mardi Rahayu untuk melanjutkan kontrol kehamilan rutin dan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Pegawai BPJS Kesehatan yang bekerja sebagai Staf Telekolekting tersebut.

Selain melakukan kontrol di RS Mardi Rahayu, ternyata Eli juga melakukan persalinan di rumah sakit tersebut. Eli menceritakan bagaimana proses persalinannya.

“Waktu sudah memasuki tanggal HPL (Hari Perkiraan Lahir), tetapi masih belum ada tanda-tanda bayi mau lahir. Akhirnya dokter melakukan tindakan induksi untuk merangsang kontraksi rahim, rasanya sakit sekali. Setelah dilakukan induksi ternyata belum juga membuahkan hasil, akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan tindakan caesar ERACS” jelas Eli.

Program JKN memberikan fasilitas kesehatan bagi ibu hamil sebanyak tiga tahap yaitu fasilitas sebelum persalinan atau Ante Natal Care (ANC), sewaktu persalinan dan setelah persalinan atau Post Natal Care (PNC).

“BPJS Kesehatan menanggung semua biaya kesehatan saya selama hamil hingga sesudah melahirkan. Seperti kontrol rutin kehamilan yang diberikan sebanyak enam kali dan USG dua kali pada trimester pertama dan ketiga, caesar ERACS yang biayanya mencapai puluhan juta serta empat kali kontrol setelah melahirkan untuk kesehatan ibu dan bayi. Dari banyaknya serangkaian pelayanan kesehatan tersebut, saya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun,” kata Eli.

Eli menjelaskan kenapa dirinya memilih untuk menggunakan Program JKN sebagai jaminan kesehatan ketika ia mengakses layanan kesehatan di faskes termasuk untuk persalinannya.

“Pertama karena pelayanan JKN sudah terbukti baik dan berkualitas, selain itu ada rekomendasi dari keluarga dan teman-teman yang menggunakan JKN dan yang kedua mungkin tidak usah pusing memikirkan biaya lagi,” terang Eli.

Berdasarkan pengalamannya mengakses layanan kesehatan menggunakan JKN, Eli sebagai duta BPJS Kesehatan berpesan kepada masyarakat untuk tidak ragu lagi memanfaatkan Program JKN.

“Saya sangat puas terhadap pelayanan JKN, dari tenaga medis baik dokter maupun perawat sangat ramah dan informatif. Tidak ada kendala sama sekali ketika mengakses layanan kesehatan, pokoknya mudah, cepat dan setara. Untuk masyarakat jangan ragu menggunakan Program JKN sebagai jaminan kesehatan karena memang pelayanannya terbukti bagus dan terjangkau,” tutup Eli. (*)

Editor : Ali Mustofa
#faskes #ibu hamil #bpjs kesehatan #kehamilan #Kudus #program jkn