Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ini Cara Penukaran Uang Baru di Loket Bank Jateng, Akses juga Link-nya

Abdul Rochim • Sabtu, 22 Maret 2025 | 02:20 WIB

 

MELAYANI NASABAH: Pegawai Bank Jateng memberikan pelayanan pada nasabah penukaran uang baru. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)
MELAYANI NASABAH: Pegawai Bank Jateng memberikan pelayanan pada nasabah penukaran uang baru. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KUDUS – Sistem penukaran uang baru melalui online di website https//:pintar.bi.go.id pada momentum Lebaran tahun ini dinilai memudahkan masyarakat.

Melalui sistem terbaru yang dirancang Bank Indonesia, masyarakat per individu bisa langsung mengakses website pengajuan tukar uang baru sesuai kebutuhan.

Pengajuan dilakukan secara online, sementara penukarannya dilakukan langsung secara offline melalui Kas Keliling atau kantor perbankan yang ditunjuk.

Meski demikian, penukaran uang baru pada Lebaran tahun ini dibatasi jumlahnya maksimal Rp 4,3 juta per individu.

Belum lagi masyarakat harus berebut pengajuan online demi mendapatkan kuota uang baru.

Pimpinan Cabang Bank Jateng Cabang Kudus Risdiyanto menjelaskan, Bank Jateng Cabang Kudus ditunjuk oleh Bank Indonesia menyalurkan penukaran uang baru di periode ketiga di Kabupaten Kudus dengan alokasi Rp 1,7 miliar melalui program serambi BI.

Penukaran langsung di loket Bank Jateng dilakukan selama empat hari, mulai Selasa (18/3) hingga Senin (24/3) 2025, dengan kuota 100 orang per hari.

Sementara jam operasional penukaran dimulai pukul 09.00 hingga pukul 12.00 melalui dua loket khusus penukaran uang baru.

Risdiyanto mengatakan, antusias masyarakat tukar uang baru pada Lebaran tahun ini sangat tinggi.

Masyarakat bisa mengakses pengajuan tukar uang baru dari rumah dengan menggunakan KTP.

Mulai dari pecahan Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000.

Sebenarnya sistem baru dari BI ini mempermudah masyarakat dalam menukar uang baru.

Antusiasnya sangat tinggi, karena tradisi bagi-bagi uang saat momen Lebaran belum bisa dihilangkan.

"Di hari pendaftaran saja, kuota aplikasi sudah langsung penuh. Tinggal menunggu sesi selanjutnya periode penukaran 24-27 Maret,” tuturnya.

Warga Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus Aditya mengatakan, demi mendapatkan kuota uang baru, dia harus memantau website dan hp tidak lepas dari genggamannya penukaran uang yang disediakan BI selama empat jam.

Pada mulanya dia mengakses pengajuan tukar uang baru periode 3 pada 16 Maret pukul 09.00 melalui website.

Namun, beberapa kali mencoba tidak bisa mengakses website pintar.bi.go.id.

Aditya yang membutuhkan pecahan uang baru tetap terus mencoba mengakses wesbite pengajuan tukar uang baru secara berkala.

Hingga akhirnya, dia baru bisa mengakses pengajuan tukar uang baru pukul 13.00.

”Awalnya saya bingung, berkali-kali mencoba pengajuan secara online, tidak bisa.

Jam 09.00 saya mulai online, baru bisa masuk setelah berkali-kali mencoba jam 1 siang. Memang butuh sabar, mungkin karena banyak sekali yang mengakses,” terangnya.

Aditya tidak ingin kehilangan momentum menukarkan uang pecahan baru sebagai bekal mudik ke kampung halaman.

Dia hanya mengambil alokasi penukaran uang Rp 2,3 juta dari jumlah maksimal penukaran Rp 4,3 juta per orang.

Dengan maksud bisa memberikan kesempatan bagi warga lain yang juga membutuhkan penukaran uang baru.

”Saya tukar pecahan Rp 10 ribu, Rp 5.000, dan Rp 2.000. Ini sudah cukup, biar sisanya buat yang lain,” ujar dia. (san/him)

Editor : Mahendra Aditya
#penukaran uang baru #lebaran #BI #bank jateng #uang baru