KUDUS – Dua minggu menjelang Lebaran, Pasar Kliwon Kudus sudah dipadati pembeli yang berburu baju baru.
Blok pakaian, terutama Blok A dan D, menjadi pusat keramaian dengan antrean panjang pembeli yang mencari gamis, sarung, baju koko, hingga mukena.
Momen libur akhir pekan kemarin (16/3) semakin menambah antusiasme warga untuk berbelanja kebutuhan Lebaran.
Antusiasme Pembeli di Blok Pakaian
Sri Mulyani, warga Desa Klaling, Jekulo, adalah salah satu pengunjung yang memanfaatkan momen libur untuk berbelanja.
Ia mengaku lebih memilih belanja langsung ke toko daripada berbelanja online. "Kalau beli baju, saya lebih suka langsung ke toko.
Bisa dicoba dulu, lihat pas atau tidak, dan memilihnya juga lebih puas," ujar Sri.
Sri datang bersama suaminya untuk membeli baju gamis dan koko yang sesuai dengan selera mereka.
Selain baju, ia juga membeli perlengkapan lain seperti toples dan karpet kecil untuk menghiasi rumah.
"Belanja di pertengahan puasa ini masih enak, barang-barang masih lengkap. Kalau sudah mepet Lebaran, pasti lebih ramai lagi," tambahnya.
Kemacetan di Sekitar Pasar Kliwon
Ramainya Pasar Kliwon mulai terasa sejak Sabtu (15/3) lalu. Kemacetan terjadi di sekitar pasar karena parkiran mobil memenuhi badan jalan.
"Parkiran penuh, sampai ke jalan raya. Tapi ini sudah biasa setiap menjelang Lebaran," ujar seorang pedagang.
Blok Jilbab Juga Ramai Pembeli
Tak hanya blok pakaian, Blok C yang khusus menjual jilbab juga ramai dikunjungi pembeli. Bahkan, banyak bakul dari luar kota seperti Pati dan Pekalongan yang datang untuk membeli jilbab secara grosir.
Kartika, salah satu penjaga kios jilbab di Blok C, mengaku pesanan jilbab sudah meningkat sekitar 50% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Pesanan sudah ramai sejak dua minggu lalu. Biasanya tahun-tahun sebelumnya baru ramai H-7 Lebaran.
Sekarang kami sudah kewalahan melayani pesanan," kata Kartika. Kiosnya hanya melayani pembelian grosiran, tidak melayani eceran, sehingga proses penjualan lebih efisien.
Kartika juga melayani pesanan online, terutama dari daerah Kalimantan. "Pembeli online biasanya memilih dari katalog, lalu kami kirim via kargo atau paket," jelasnya.
Persiapan Pedagang Menghadapi Lonjakan Pembeli
Pedagang di Pasar Kliwon sudah mempersiapkan diri menghadapi lonjakan pembeli menjelang Lebaran.
Stok barang diperbanyak, dan tenaga kerja tambahan direkrut untuk memastikan pelayanan tetap optimal.
"Kami sudah siapkan stok lebih banyak dari tahun lalu. Semoga bisa memenuhi permintaan pembeli," ujar seorang pedagang baju.
Respons Warga
Warga Kudus menyambut baik keramaian di Pasar Kliwon.
Bagi mereka, berbelanja langsung ke pasar memberikan pengalaman berbeda dibandingkan belanja online.
"Belanja di pasar lebih seru, bisa tawar-menawar dan langsung lihat barangnya," ujar seorang pembeli.
Namun, ada juga warga yang memilih berbelanja online karena alasan kepraktisan.
"Kalau online lebih hemat waktu, apalagi kalau sudah dekat Lebaran, pasar pasti ramai sekali," ujar warga lainnya.
Kesimpulan
Ramainya Pasar Kliwon Kudus dua minggu sebelum Lebaran menunjukkan tingginya antusiasme warga dalam mempersiapkan hari raya.
Baik pembeli maupun pedagang tampak sibuk memenuhi kebutuhan masing-masing.
Semoga tradisi berbelanja di pasar ini dapat terus dilestarikan, sambil tetap memperhatikan kenyamanan dan keamanan semua pihak. (san)
Editor : Mahendra Aditya