Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mushaf Menara Sepanjang Satu Meter, Seberat 114 Kg Resmi Diluncurkan, Simbol Keagungan Alquran dan Warisan Ulama Kudus!

Andika Trisna Saputra • Selasa, 18 Maret 2025 | 02:23 WIB
MUSHAF MENARA: Acara launching mushaf yang telah ditulis ulang oleh tim Menara
MUSHAF MENARA: Acara launching mushaf yang telah ditulis ulang oleh tim Menara

RADAR KUDUS – Malam Nuzulul Qur'an menjadi saksi sejarah baru bagi masyarakat Kudus.

Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) meluncurkan Mushaf Menara, sebuah Alquran raksasa dengan berat 114 kg, pada Minggu (16/3) malam.

Acara bertajuk "Medhar Mushaf Menara dan Menara Bertilawah" ini digelar bertepatan dengan 17 Ramadhan 1446 H, menandai puncak perjalanan panjang penulisan ulang mushaf yang dimulai sejak 28 Oktober 2020.

Mushaf Menara: Simbol Keagungan dan Makna Mendalam

Mushaf Menara bukanlah Alquran biasa. Dengan ukuran panjang 105 cm, lebar 76 cm, dan tebal 10 cm, mushaf ini menjadi salah satu Alquran terbesar di Indonesia.

Beratnya yang mencapai 114 kg pun bukan tanpa makna. Angka tersebut melambangkan jumlah surat dalam Alquran, menegaskan keagungan dan kesempurnaan kitab suci umat Islam.

Mushaf ini ditulis menggunakan tinta Keyme Jepang di atas kertas Sunart Paper 210 gram. Sampulnya terbuat dari kayu jati berhias ornamen Gapura Kembar Masjid Al Aqsha dan iluminasi gebyok khas Kudus, menggambarkan perpaduan antara keindahan seni Islam dan budaya lokal.

Proses Penulisan yang Melibatkan Ulama Besar

Proses penulisan dan pentashihan Mushaf Menara melibatkan sejumlah ulama terkemuka Kudus, seperti KH. M. Arwani AminKH. Hisyam Hayat, dan KH. M. Sya’roni Ahmadi. Mereka dikenal sebagai ahli Alquran yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menjaga kemurnian dan keaslian kitab suci tersebut. Tak ketinggalan, KH. Bahauddin Nursalim (Gus Baha) juga turut serta dalam proses pentashihan, memastikan mushaf ini sesuai dengan standar keilmuan tinggi.

"Mushaf Menara adalah warisan keilmuan para ulama Kudus. Kami ingin memastikan bahwa setiap huruf dan ayat dalam mushaf ini sesuai dengan kaidah Mushaf Standar Indonesia," ujar Ahmad Arinal Haq, Ketua Panitia acara.

Kelanjutan Tradisi Mushaf Alquran Pojok

Mushaf Menara merupakan kelanjutan dari tradisi pencetakan Mushaf Alquran Pojok yang pernah dilakukan oleh Percetakan dan Penerbit Menara Kudus pada 1974.

Sayangnya, master cetakan mushaf tersebut telah rusak. Oleh karena itu, Yayasan Menara memprakarsai penulisan ulang untuk melestarikan warisan keilmuan para ulama Kudus.

"Kami ingin menjaga warisan ini agar tetap hidup dan bisa dinikmati oleh generasi mendatang," tambah Ahmad Arinal Haq.

Acara Launching yang Meriah

Acara launching Mushaf Menara dihadiri oleh ribuan jamaah dan sejumlah tokoh terkemuka, termasuk KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus)H. Mc. Fatchan dari YM3SK, KH. Muhammad Yusrul Hana Sya’roni, dan H. Zarkasyi Afif, MA dari Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Kementerian Agama RI.

Acara ini juga dimeriahkan oleh tilawah Alquran yang dibawakan oleh H. Zaenal Abidin, qari internasional yang pernah menjadi juara 1 MTQ di Turki pada 2016.

"Acara ini bukan sekadar peluncuran mushaf, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga kemurnian Alquran dan menghormati warisan ulama kita," ujar Gus Mus dalam sambutannya.

Makna dan Dampak bagi Masyarakat Kudus

Peluncuran Mushaf Menara bukan hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kudus, tetapi juga meneguhkan posisi kota ini sebagai salah satu pusat keilmuan Alquran di Indonesia.

Mushaf ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mempelajari dan menghayati Alquran.

"Kami berharap Mushaf Menara bisa menjadi simbol persatuan dan kebanggaan umat Islam, khususnya di Kudus," ujar H. Mc. Fatchan.

Kesimpulan

Mushaf Menara adalah bukti nyata dedikasi dan kecintaan masyarakat Kudus terhadap Alquran.

Dengan peluncuran mushaf ini, Kudus kembali menorehkan sejarah baru dalam upaya melestarikan warisan keilmuan Islam.

Semoga Mushaf Menara dapat menjadi sumber inspirasi dan keberkahan bagi semua umat Islam, tidak hanya di Kudus, tetapi juga di seluruh Indonesia. (dik/zen)

Editor : Mahendra Aditya
#Al Qur'an #medhar Mushaf Menara #Mushaf Menara #Kudus #menara bertilawah #menara kudus