Pemkab Kudus melakukan akselerasi penanganan sampah dengan melibatkan penambahan teknologi Revuse Derived Fuel (RDF).
Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris saat meninjau Tempat Pemerosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo Sabtu (15/3).
Dalam tinjauannya Sam’ani melihat kesiapan bangunan untuk pengoperasian mesin RDF nantinya.
Baca Juga: PENGUMUMAN untuk Warga Kudus: Tarkbir Keliling Dilarang Gunakan Sound Horeg, Ini Tujuannya
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan, pemerintah berusaha melakukan penanganan TPA Tanjungrejo secara maksimal. Sistem penanganan sampah ini akan dikelola lewat RDF.
”Kami akan berkeja sama dengan pihak swsta, untuk penampungan hasil RDF. Kami baru menyiapkan skema terbaik seperti apa nanti,” katanya.
Dalam pengadaan pembelian mesin RDF ini, kata Sam’ani akan dianggarkan pada APBD perubahan 2025. Menurut dia, pengesahan APBD perubahan ini sekitar enam hingga tujuh bulan mendatang.
Baca Juga: Pemkab Kudus Sat Set Tambal 10 Kilometer untuk Persipan Mudik Lebaran, Cek Lokasi Perbaikannya
Kondisi TPA Tanjungrejo memang membutuhkan penaganan yang terukur dari pemerintah daerah. TPA sudah mengalami penumpukan sampah.
”Lokasinya memang sudah terbatas sekarang, kami berupaya memanfaatkan penanganan sampah yang adad ulu sekarang ini,” jelasnya.
Berkaca pada kondisi itu, Sam’ani telah membuat edaran agar masyarakat peduli dengan masalah sampah tersebut. Bagi mereka harus mampu membedakan sampah organik dan non organik.
Langkah-langkah tersebut akan memperpanjang usia TPA ke depan. Sehingga sampah dari wilayah tak sepenuhnya masuk ke TPA.
Sementara itu, Kepala UPT TPA Tanjungrejo, Eko Warsito menyambut baik langkah penambahan mesin RDF di sana. Adanya teknologi tersebut akan dianggap mampu meredam permasalahan sampah.
Eko menambahkan pihaknya kini telah menolak sampah organik masuk ke TPA. Oleh karena itu, pengangkut sampah harus memiliah terlebih dahulu jenis sampah tersebut.
Baca Juga: Melihat Darusan Umum Pengajian Pitulasan di Menara Kudus: Agenda Tahunan Setiap Ramadan
”Tentunya ini langkah bagus, bisa mengurangi sampah dan kami akan bekerja sama dengan perusahaan semen,” imbuhnya.
Sekarang ini sampah yang masuk ke TPA Tanjungrejo berangsur menurun. Dulu sampah masuk bisa mencapai 175 ton per hari. Sekarang ini hanya berkisar 125 ton. (gal)
Editor : Noor Syafaatul Udhma