KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mendorong Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Muria untuk berinovasi dengan mengembangkan bisnis baru, yaitu produksi air minum kemasan dan es kristal.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memanfaatkan potensi yang dimiliki PDAM.
Usulan ini disampaikan Bupati Sam’ani saat berkunjung ke kantor PDAM Tirta Muria, Jumat (14/3).
Dorongan untuk Berinovasi
Bupati Sam’ani menilai, PDAM Tirta Muria memiliki modal besar untuk mengembangkan bisnis baru karena sudah berkecimpung di bidang pengelolaan air.
“PDAM Kudus sudah bergerak di sektor air, jadi kenapa tidak memanfaatkan peluang ini dengan memproduksi air kemasan? Ini bisa menjadi sumber pendapatan baru,” ujar Sam’ani.
Ia menambahkan, inovasi ini masih dalam tahap wacana dan memerlukan kajian mendalam, termasuk perizinan yang diperlukan.
Namun, Bupati optimistis bahwa bisnis air kemasan dan es kristal bisa menjadi solusi untuk meningkatkan PAD.
“Ini adalah langkah strategis. PDAM tidak perlu takut bersaing asalkan kualitas produknya terjaga,” tegasnya.
Kualitas Air sebagai Kunci Utama
Sam’ani menekankan pentingnya menjaga kualitas produk air kemasan. Menurutnya, PDAM bisa memanfaatkan sumber air berkualitas tinggi, seperti Air Tiga Rasa, yang sudah terkenal di Kudus.
“Yang penting, kualitas air harus dijaga. Misalnya, pH air bisa di atas tujuh agar aman dan sehat untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Selain air kemasan, Bupati juga melihat peluang besar dalam produksi es kristal.
Pasalnya, belakangan ini banyak bermunculan kedai es teh dan kopi di masyarakat, yang membutuhkan pasokan es kristal dalam jumlah besar.
“Es kristal sangat dibutuhkan, terutama dengan maraknya bisnis minuman kekinian. Ini peluang yang tidak boleh dilewatkan,” ucap Sam’ani.
Respons PDAM Tirta Muria
Direktur PDAM Tirta Muria, Winarno, menyambut baik usulan Bupati Sam’ani. Ia menyatakan kesiapan PDAM untuk menjajaki bisnis baru ini, meski masih memerlukan kajian lebih lanjut.
“Kami akan melakukan kajian terlebih dahulu, termasuk mengurus perizinan yang dibutuhkan,” kata Winarno.
Winarno juga mengungkapkan bahwa PDAM sudah memiliki lokasi potensial untuk produksi air kemasan, yaitu di Desa Cendono.
“Kami akan memanfaatkan aset yang sudah ada untuk memulai bisnis ini,” tambahnya.
Namun, terkait nilai investasi yang dibutuhkan, Winarno belum dapat memberikan rincian lebih lanjut. “Kami masih menghitung dan mengkaji aspek finansialnya,” ujarnya.
Potensi Peningkatan PAD
Pengembangan bisnis air kemasan dan es kristal diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD Kabupaten Kudus.
Selama ini, PDAM Tirta Muria telah menjadi salah satu penyumbang utama PAD melalui layanan air bersih.
Dengan diversifikasi bisnis, PDAM diharapkan dapat meningkatkan pendapatannya sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Tantangan dan Peluang
Meski memiliki potensi besar, bisnis air kemasan dan es kristal tidak lepas dari tantangan. Persaingan di pasar air kemasan cukup ketat, dengan banyaknya merek lokal dan nasional yang sudah lebih dulu eksis.
Namun, Bupati Sam’ani yakin bahwa kualitas dan kepercayaan masyarakat terhadap PDAM bisa menjadi modal utama untuk bersaing.
“PDAM sudah dikenal sebagai penyedia air bersih yang terpercaya. Ini bisa menjadi nilai tambah untuk produk air kemasan kami,” ujarnya.
Kesimpulan
Usulan Bupati Sam’ani untuk mengembangkan bisnis air kemasan dan es kristal oleh PDAM Tirta Muria merupakan langkah inovatif yang patut diapresiasi.
Dengan memanfaatkan potensi yang ada, PDAM tidak hanya dapat meningkatkan PAD tetapi juga memberikan layanan baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap PDAM bisa segera merealisasikan ide ini setelah melalui kajian yang matang,” pungkas Bupati Sam’ani. (gal)
Editor : Mahendra Aditya