Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Usai Retret di Magelang, Bupati Kudus Sam'ani Tangani Sejumlah Masalah Paling Mendesak, Apa Itu?

Galih Erlambang Wiradinata • Senin, 3 Maret 2025 | 22:11 WIB
MULAI PETAKAN: Bupati Kudus Sam
MULAI PETAKAN: Bupati Kudus Sam

 

KUDUS - Usai menjalani retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris telah memetakan permasalahan yang harus segera diatasi di Kota Kretek.

Pekerjaan rumah seperti pengelolaan sampah hingga ketersediaan gas menjadi prioritas.

Seperti masalah sampah yang terjadi di TPA Tanjungrejo itu terjadi sebelum Sam'ani dilantik menjadi bupati Kudus.

Meski belum bertugas ia sempat datang meninjau langsung ke lokasi dan memberikan solusi penanganan.

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris menyebut, penanganan dan pengentasan masalah di TPA Tanjungrejo terus berjalan dan dilaksanakan pengkajian.

”Penanganan perlu kerja sama, tidak bisa instan. Semua butuh koordinasi, komunikasi, dan penganggaran,” imbuhnya.

Selain itu, kebutuhan gas elpiji tiga kilogram yang sering mendapatkan usulan dari masyarakat.

Oleh karena itu, pihaknya akan berkomunikasi dengan distributor terkait ketersediaan gas melon tersebut.

Dari program retret yang dijalani di Magelang kemarin, pihaknya akan berupaya menerapkan usulan dari menteri-menteri, serta Presiden Prabowo.

Tujuannya adalah demi membangun dan memajukan Kabupaten Kudus. Begitu juga adanya sinkronisasi program antara pemerintah daerah dengan pusat.

”Semoga pembekalan retret ini bisa bermanfaat untuk kepemimpinan kami dan Mbak Bellinda,” katanya.

Sementara itu, dia juga memiliki program pengembangan ekonomi dan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kudus.

Sam'ani menyampaikan rencananya akan membangun rumah sakit dilengkapi dengan mal di lahan eks-Matahari.

Sehingga ada basement, lantai 1, 2, dan 3 untuk mal. Sementara di lantai 4, 5, dan 6, untuk rumah sakit.

"Saya punya rencana. Ya mimpi seorang arsitek yang menjadi bupati. Kalau lahan di eks-Matahari dibangun rumah sakit dan mal. Tapi ini masih melihat DED-nya dulu. Ada berbagai permasalahan seperti penanganan sampah, penyediaan gas elpiji, dan perbaikan sekolah yang harus segera ditangani," katanya.

Tak dipungkiri, Sam'ani berani mewacanakan pembangunan rumah sakit beserta mal. Pasalnya dia berangkat dari disiplin ilmu arsitek sebelumnya. (gal)

Editor : Ali Mustofa
Samani Intakoris bupati pengelolaan sampah gas elpiji Kudus tpa tanjungrejo