KUDUS – Kemacetan di jalan raya menuju kawasan Dandangan menjadi pemandangan yang tak terhindarkan, terutama saat malam Minggu (23/2) lalu.
Meskipun kendaraan masih bisa bergerak, laju mereka terhambat dan harus merayap perlahan.
Biasanya, setiap beberapa meter terdapat petugas dari kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), serta relawan yang mengatur lalu lintas guna mengurai kepadatan.
Edi Nuryanto, seorang tukang parkir, mengungkapkan pada hari biasa, kemacetan mulai terasa sejak pukul 17.30 WIB.
Namun, pada Sabtu (22/2), kepadatan sudah mulai terjadi sejak pukul 16.30 WIB. Kepadatan ini semakin meningkat ketika malam hari.
Muhammad Khodri, pemilik salah satu stan di Dandangan, menyebut bahwa kepadatan semakin diperparah oleh pejalan kaki yang tidak mengikuti jalur yang telah ditentukan.
”Sisi utara seharusnya untuk pejalan kaki ke arah timur, sedangkan sisi selatan untuk pejalan kaki ke arah barat. Namun, banyak yang melanggar aturan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan pada hari biasa, para pedagang menutup lapak mereka pukul 23.00 WIB.
Sedangkan pada malam Minggu, aktivitas jual beli berlangsung hingga pukul 23.30 WIB.
Jihad Maulana, salah satu pengunjung Dandangan, mengaku terjebak dalam kemacetan selama satu jam pada Sabtu (22/2) malam.
Ia dan istrinya yang awalnya berniat berwisata kuliner dan menikmati suasana Dandangan.
Justru harus menghabiskan waktu lebih lama di jalan akibat kemacetan yang parah.
Menanggapi kondisi ini, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kudus, Adji Setiawan, menyampaikan bersama kepolisian serta Satpol PP telah mengarahkan arus lalu lintas ke jalur alternatif guna mengurangi kepadatan.
"Malam hari jelas padat pengunjung, sehingga arus lalu lintas sudah diarahkan ke jalur alternatif yang dijaga oleh personel gabungan. Upaya kami adalah menghindari penumpukan kendaraan di pertigaan Gacoan dengan mengarahkan arus ke simpang Pengkol ke arah timur," ungkapnya.
Selain itu, kendaraan dari arah timur, khususnya dari SMKN 1 Kudus, dialihkan ke simpang Sleko menuju selatan dan utara, serta ke arah simpang tujuh.
Jika jalur tersebut sudah penuh, maka Dishub akan melakukan penutupan sementara untuk mencegah kepadatan yang lebih parah.
"Memang kemacetan seperti ini wajar terjadi dalam event tahunan seperti Dandangan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk datang, namun kami pastikan kemacetan tetap dapat diurai dengan baik," tutup Adji. (dik/zen)
Editor : Ali Mustofa