Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

3 Fakta Tentang Tradisi Dandangan di Kudus yang Wajib kamu Ketahui

Fairus Salsabila Zahro • Sabtu, 15 Februari 2025 | 03:17 WIB
MASUK RAMADAN: Pj Bupati Hasan Habibie menabuh bedug di atas menara Kudus sebagai tanda hari ini mulai puasa Ramadan.
MASUK RAMADAN: Pj Bupati Hasan Habibie menabuh bedug di atas menara Kudus sebagai tanda hari ini mulai puasa Ramadan.

KUDUS - Dandangan adalah sebuah tradisi di Kudus, Jawa Tengah untuk menandai bahwa akan dimulainya ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. 

Tradisi ini biasanya diikuti oleh banyak orang, terdiri dari para seniman, masyarakat, pelajar, dan lain-lain.

Sampai saat ini, Dandangan masih dilestarikan. Simaklah beberapa fakta menarik berikut ini tentang tradisi Dandangan yang telah ada sejak zaman Wali Songo.

1. Namanya Berasal dari Bunyi Bedug di Masjid Menara Kudus

Dirangkum dari berbagai sumber, nama "Dandangan" awal mulanya adalah dari bunyi bedug yang khas di Masjid Menara Kudus.

Pada zaman dahulu, Dandangan adalah tradisi dimana setiap menjelang bulan Ramadhan para santri akan berkumpul di depan Masjid Menara Kudus.

Alasan mereka berkumpul adalah menunggu Sunan Kudus mengumumkan awal ibadah puasa bulan Ramadhan.

Sunan Kudus adalah salah satu Wali Songo yang juga dikenal sebagai seorang ahli fiqih serta ilmu falak.

Pengumuman tersebut dilakukan dengan menabuh bedug yang menghasilkan bunyi "dang!”. Dari situ, terciptalah nama tradisi Dandangan.

2. Kini Bukan Hanya Sekedar Jadi Penanda Masuknya Bulan Ramadhan

Seiring berjalannya waktu, kini Dandangan tidak hanya sebatas menjadi penanda awal bulan Ramadhan, tetapi tradisi ini juga berwujud festival budaya.

Selain itu, Dandangan semakin meriah dengan hadirnya berbagai UMKM, ada banyak pedagang kuliner, fashion, dan lain sebagainya.

3. Simbol Persaudaraan dan Silaturahmi

Dandangan menjadi salah satu momen spesial bagi masyarakat untuk saling berkumpul, baik itu dengan keluarga, sahabat, maupun tetangga.

Suasana kebersamaan yang hangat ini menjadikan hubungan silaturahmi yang terjalin semakin erat, mencerminkan salah satu ajaran dalam Islam yakni tentang pentingnya ukhuwah serta solidaritas sosial.

Selain itu, tradisi Dandangan juga mencerminkan nilai-nilai islami lainnya, seperti sedekah dan kepedulian sosial, ketulusan hati, serta rasa syukur. 

Dandangan di Kudus biasanya diadakan sekitar satu pekan sebelum Ramadhan. Dikutip dari Radar Kudus, Pekan Tradisi Dandangan 2025 ini kabarnya akan digelar mulai tanggal 19 Februari mendatang.(*)

Editor : Mahendra Aditya
#masjid menara kudus #tradisi dandangan #Kudus #dandangan #menara kudus