KUDUS – Hari Valentine tahun ini dirayakan dengan cara berbeda di Omah Dongeng Marwah.
Anak-anak yang mengikuti kegiatan di tempat tersebut tidak hanya menyalurkan kreativitas dengan menggambar, tetapi juga belajar tentang mitologi cinta melalui sosok Cupid, dewa asmara dalam mitologi Romawi.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (11/2) ini menjadi sarana edukatif yang menarik sekaligus menyenangkan.
Biasanya, Valentine identik dengan cokelat, bunga, dan ungkapan kasih sayang.
Namun, di Omah Dongeng Marwah, perayaan ini dikemas secara lebih edukatif.
Anak-anak diberikan kesempatan untuk membuat versi Cupid mereka sendiri sambil mempelajari kisah mitologinya melalui video interaktif.
“Kami ingin memberikan lebih dari sekadar aktivitas menggambar. Anak-anak juga perlu tahu makna dan cerita di balik simbol yang sering mereka lihat,” ujar Arif Rohman, pendamping kegiatan.
Semangat dan kreativitas anak-anak begitu terasa dalam kegiatan ini. Mereka dengan antusias menggambarkan Cupid sesuai dengan imajinasi masing-masing.
Salah satu peserta, Roiha, menghadirkan versi Cupid yang unik dengan sentuhan khasnya sendiri.
Sementara itu, Radian, peserta lainnya, mengaku sangat senang bisa menuangkan kreativitasnya dalam bentuk gambar.
“Seru sekali! Saya bisa menggambar Cupid dengan gaya saya sendiri,” ujarnya penuh semangat.
Lain lagi dengan Febi, yang mengaku baru mengetahui bahwa Cupid bukan sekadar gambar anak kecil bersayap dengan panah cinta, melainkan bagian dari kisah mitologi yang menarik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kelas rutin yang diadakan oleh Omah Dongeng Marwah.
Selain mengasah keterampilan seni, kelas ini juga bertujuan memperluas wawasan anak-anak.
Di era modern ini, banyak anak-anak yang semakin asing dengan kisah-kisah mitologi.
Inisiatif seperti ini menjadi jembatan untuk mengenalkan kembali warisan budaya dunia dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Dengan menggabungkan seni dan edukasi, perayaan Valentine di Omah Dongeng Marwah menjadi lebih bermakna.
Tidak sekadar hari penuh hadiah dan kejutan, tetapi juga momen untuk belajar dan mengembangkan kreativitas.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya membawa pulang hasil gambar mereka, tetapi juga pemahaman baru tentang simbol-simbol cinta yang sering mereka lihat di sekitar mereka,” pungkas Arif.
Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa Valentine bukan hanya tentang memberi dan menerima hadiah, tetapi juga tentang berbagi pengetahuan dan menanamkan nilai-nilai budaya sejak dini.
Siapa sangka, menggambar Cupid bisa menjadi cara menarik untuk memahami makna cinta yang lebih dalam?(dik)
Editor : Mahendra Aditya