Agung Priyanto, salah satu pemilik Resto di Desa Rahtawu, menekankan perlunya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk memperbaiki akses jalan dan penerangan.
Menurut Agung, jalan menuju Rahtawu masih terlalu sempit untuk menampung lonjakan kendaraan wisatawan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Hal ini menyebabkan kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
"Saat ramai, kendaraan harus bergantian karena jalan yang terlalu sempit. Ini menghambat kenyamanan wisatawan dan mengurangi daya tarik Rahtawu sebagai destinasi wisata unggulan," ujarnya.
Selain jalan yang sempit, minimnya penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi permasalahan serius.
Jalur dari Dukuh Semliro hingga Balai Desa Rahtawu masih gelap gulita di malam hari, membuat perjalanan wisatawan terasa kurang aman.
"Jika penerangan jalan lebih memadai, tentu wisatawan akan merasa lebih aman dan nyaman, terutama bagi mereka yang pulang saat malam hari," tambah Agung.
Sebagai pelaku usaha wisata, Agung berharap pemerintah daerah, terutama bupati Kudus yang terpilih nanti, dapat memberikan solusi konkret terhadap masalah ini.
Dengan perbaikan akses jalan dan penambahan PJU, sektor wisata Rahtawu bisa berkembang lebih pesat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
"Rahtawu punya potensi besar, tapi perlu dukungan infrastruktur yang lebih baik. Jika akses dan penerangan diperbaiki, kunjungan wisatawan bisa meningkat dan ekonomi masyarakat ikut terdongkrak," tutupnya. (dik/him)
Editor : Noor Syafaatul Udhma