KUDUS – Penjabat (Pj) Bupati Kudus Herda Helmijaya meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus menginventarisasi sungai maupun saluran air yang membutuhkan penanganan.
Hal ini sebagai tindaklanjut bencana banjir yang melanda Kecamatan Mejobo kemarin malam.
Di Kecamatan Mejobo setidaknya ada delapan desa yang terdampak banjir.
Meliputi, Desa Temulus, Kesambi, Payaman, Golantepus, Mejobo, Kirig, Gulang, dan Jojo. Banjir ini berdampak pada 10 ribu KK dengan total 29.974 jiwa.
Pj Bupati Kudus Herda Helmijaya di tengah kunjungan meninjau dapur umum pengungsian di Desa Golantepus kemarin, meminta camat hingga BPBD Kudus memetakan sungai, tanggul, hingga saluran air yang mengalami kendala aliran.
Pemetaan ini sangat dibutuhkan, untuk kemudian nantinya ditangani secara asas prioritas wilayah yang mendesak.
”Setelah musibah ini (banjir, Red), setidaknya kami punya peta terdampak aliran yang ada di area ini (Kecamatan Mejobo, Red), sehingga kami akan intervensi tindakan yang pas di saluran itu,” katanya.
Herda menambahkan, asas prioritas penanganan ini berkaca pada kebutuhan dana.
Pemkab Kudus juga tidak bisa melangkah sendirian dalam penanganan sungai dan tanggul.
Untuk itu, pemkan akan menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Di sisi lain, BBWS Pemali Juana saat ini tidak bisa serta merta melakukan penanganan segera.
Sebab, BBWS dalam waktu tiga tahun ke depan akan fokus menormalisasi Sungai Wulan.
”Jadi BBWS untuk tiga tahun ke depan konsetrasinya ke Sungai Wulan. Karena berdampak di tiga kabupaten, Kudus, Demak, dan Jepara,” ungkapnya.
Pemetaan wilayah terdampak, terutama yang menjadi kewenangan Pemkab Kudus akan segera ditangani.
Untuk itu, pentingnya pemetaan diharapkan segera dilakukan.
Sementara langkah terdekat saat ini, pihaknya meminta camat setempat mengindentifikasi wilayah tanggul kritis. Juga melihat saluran air yang mengalami kendala aliran.
BPBD Kudus mencatat, banjir tahun ini berdampak hampir merata di wilayah Kabupaten Kudus. Ketinggian air mencapai 20 hingga 100 sentimeter.
Di Kecamatan Kaliwungu ada delapan desa terdampak, Kecamatan Jekulo ada enam desa, Kecamatan Mejobo mengenai 11 desa, Undaan ada dua desa, Bae ada enam desa, dan Jati ada tujuh desa.
Banjir tersebut dikarenakan adanya cuaca ekstrem, sehingga menyebabkan intensitas hujan tinggi hingga menyebabkan luapan air sungai. (gal/lin)
Editor : Ali Mustofa