Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ribuan Rumah di Kabupaten Kudus Terendam Banjir Akibat Hujan Lebat, Begini Penjelasan BPBD

Redaksi • Sabtu, 8 Februari 2025 | 16:12 WIB
TAK KUNJUNG SURUT: Sejumlah warga Kecamatan Mejobo menerjang banjir di Perempatan Mejobo kemarin.
TAK KUNJUNG SURUT: Sejumlah warga Kecamatan Mejobo menerjang banjir di Perempatan Mejobo kemarin.

 

KUDUS – Hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis siang (6/2) hingga sore mengguyur Kabupaten Kudus.

Mengakibatkan ribuan rumah juga terendam air dengan ketinggian antara 20 hingga 100 cm

Disamping itu juga membuat arus lalu lintas lumpuh total. Terutama di jalan utama penghubung Kudus-Pati di Kecamatan Mejobo.

Ketinggian air yang mencapai 50 sentimeter menyebabkan kendaraan roda dua maupun roda empat tak dapat melintas.

Akibat banjir ini memaksa pengendara menunggu banjir surut hampir semalam suntuk.

Nur Sukri, sopir truk asal Kabupaten Demak menjadi salah satu korban yang terjebak banjir.

Ia terpaksa bermalam di dalam truknya, karena kendaraannya mogok akibat genangan air.

”Saya dari Demak mau ke Sidoarjo, tapi sudah sejak tadi malam (kemarin malam, Red) terjebak di sini (jalan sekitar Kecamatan Mejobo, Kudus, Red). Mau putar balik juga tidak bisa. Jadi harus menunggu air surut," ungkapnya.

Hingga kemarin pagi, bukan hanya truk dan mobil, pengendara sepeda motor juga mengalami kesulitan melintas.

Samsul, seorang pekerja yang hendak berangkat kerja, harus menutupi knalpot motornya dengan plastik, agar tidak mati saat menerjang banjir.

Banjir ini akibat Sungai Piji dan Sungai Dawe di Kecamatan Mejobo meluap.

”Saya tetap harus berangkat kerja untuk mengantar absen ke pabrik," ujarnya.

Ketinggian banjir mulai surut perlahan pada kemarin siang. Paling tinggi sekitar lutut orang dewasa. Di antaranya di depan SMPN 2 Mejobo.

Sedangkan di area perempatan Mejobo, mulai ada kendaraan yang menerjang banjir, seperti kendaraan roda dua maupun roda empat.

Terlihat siswa sekolah dengan menggendong tas dan menenteng sepatunya sedang berjalan menerjang banjir sepulang sekolah.

Sekumpulan bapak-bapak juga sedang berjalan bersama-sama menuju masjid untuk Salat Jumat, mengenakan baju taqwa lengkap dengan sarung dan peci.

”Kami memilih jalan kaki menuju masjid daripada naik motor. Takut kalau mogok di tengah jalan," ujar salah satu dari mereka.

Banjir bahkan, menyebabkan kandang kambing di Desa Pedawang, Kota, Kudus, hanyut. Menyebabkan tiga kambing hilang.

Terpisah, Kepala Pelaksanaan Harian BPBD Kudus Mundir menyampaikan, menurut data per Kamis (6/2) ada 16.185 KK atau 64.737 jiwa terdampak banjir di enam kecamatan.

Banjir terparah terjadi di Desa Ngembalrejo yang menerima limpasan dari Sungai Dawe dan Sungai Nolo.

Kemarin malam, ketinggian air di jalan depan kampus IAIN Kudus yang masuk Desa Ngembalrjo mencapai 120 cm.

Sedangkan di dalam rumah warga 50 cm. Akibarnya terjadi kemacetan panjang hingga 5 km di Jalur Kudus-Pati.

Sementara itu, di Desa/Kecamatan Mejobo pada Kamis (6/2) malam, ketinggian air 80-100 cm. Sedikitnya ada 4.000 rumah warga terdampak banjir dengan total sekitar 8.000 jiwa.

Banjir mulai masuk ke permukiman sejak Kamis (6/2) malam akibat meluapnya Sungai Piji, Sungai Dawe, dan Sungai Pendo setelah hujan deras mengguyur selama beberapa jam. Hingga pada Jumat (7/2) kawasan tersebut masih terendam air.

”Pada Jumat (7/2) ada beberapa desa yang masih terendam air, tapi tidak parah. Di antaranya di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jati, dan Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan," terangnya.

BPBD Kudus bersama relawan, TNI-Polri, PLN, serta warga setempat telah melakukan upaya penanganan.

Mulai dari asesmen data, pembersihan lokasi, evakuasi warga jika diperlukan, hingga persiapan tempat pengungsian.

Terpisah, Kepala Pelaksanaan Harian BPBD Kudus Mundir menyampaikan, menurut data per Kamis (6/2) ada 16.185 KK atau 64.737 jiwa terdampak banjir di enam kecamatan.

Banjir terparah terjadi di Desa Ngembalrejo yang menerima limpasan dari Sungai Dawe dan Sungai Nolo. Kemarin malam, ketinggian air di jalan depan kampus IAIN Kudus yang masuk Desa Ngembalrjo mencapai 120 cm.

Sedangkan di dalam rumah warga 50 cm. Akibarnya terjadi kemacetan panjang hingga 5 km di Jalur Kudus-Pati.

Sementara itu, di Desa/Kecamatan Mejobo pada Kamis (6/2) malam, ketinggian air 80-100 cm. Sedikitnya ada 4.000 rumah warga terdampak banjir dengan total sekitar 8.000 jiwa.

Banjir mulai masuk ke permukiman sejak Kamis (6/2) malam akibat meluapnya Sungai Piji, Sungai Dawe, dan Sungai Pendo setelah hujan deras mengguyur selama beberapa jam. Hingga pada Jumat (7/2) kawasan tersebut masih terendam air.

”Pada Jumat (7/2) ada beberapa desa yang masih terendam air, tapi tidak parah. Di antaranya di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jati, dan Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan," terangnya.

BPBD Kudus bersama relawan, TNI-Polri, PLN, serta warga setempat telah melakukan upaya penanganan.

Mulai dari asesmen data, pembersihan lokasi, evakuasi warga jika diperlukan, hingga persiapan tempat pengungsian. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#pengungsian #lalu lintas #terendam air #Kudus #pengendara #BPBD