Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Diguyur Hujan Lebat Setengah Hari, Jalan Kudus-Pati di Mejobo Lumpuh, Begini Penampakannya

Redaksi • Sabtu, 8 Februari 2025 | 15:52 WIB
TAK KUNJUNG SURUT: Sejumlah warga Kecamatan Mejobo menuju masjid untuk menunaikan ibadah Salat Jumat berjalan kaki menerjang banjir di Perempatan Mejobo kemarin.
TAK KUNJUNG SURUT: Sejumlah warga Kecamatan Mejobo menuju masjid untuk menunaikan ibadah Salat Jumat berjalan kaki menerjang banjir di Perempatan Mejobo kemarin.

 

 

KUDUS – Banjir merendam jalan utama penghubung Kudus-Pati di Kecamatan Mejobo, Kudus, sejak kemarin malam.

Membuat arus lalu lintas lumpuh total. Ketinggian air yang mencapai 50 sentimeter menyebabkan kendaraan roda dua maupun roda empat tak dapat melintas.

Memaksa pengendara menunggu banjir surut hampir semalam suntuk.

Ya, sejumlah daerah di Kabupaten Kudus dan sekitarnya kemarin malam memang mulai diserang banjir.

Ini disebabkan intensitas hujan tinggi sejak Kamis siang (6/2) hingga sore. Bahkan, ribuan rumah terendam air dengan ketinggian antara 20 hingga 100 cm.

Nur Sukri, sopir truk asal Kabupaten Demak menjadi salah satu korban yang terjebak banjir.

Ia terpaksa bermalam di dalam truknya, karena kendaraannya mogok akibat genangan air.

”Saya dari Demak mau ke Sidoarjo, tapi sudah sejak tadi malam (kemarin malam, Red) terjebak di sini (jalan sekitar Kecamatan Mejobo, Kudus, Red). Mau putar balik juga tidak bisa. Jadi harus menunggu air surut," ungkapnya.

Hingga kemarin pagi, bukan hanya truk dan mobil, pengendara sepeda motor juga mengalami kesulitan melintas.

Samsul, seorang pekerja yang hendak berangkat kerja, harus menutupi knalpot motornya dengan plastik, agar tidak mati saat menerjang banjir.

Banjir ini akibat Sungai Piji dan Sungai Dawe di Kecamatan Mejobo meluap.

”Saya tetap harus berangkat kerja untuk mengantar absen ke pabrik," ujarnya.

Ketinggian banjir mulai surut perlahan pada kemarin siang. Paling tinggi sekitar lutut orang dewasa.

Di antaranya di depan SMPN 2 Mejobo. Sedangkan di area perempatan Mejobo, mulai ada kendaraan yang menerjang banjir, seperti kendaraan roda dua maupun roda empat.

Terlihat siswa sekolah dengan menggendong tas dan menenteng sepatunya sedang berjalan menerjang banjir sepulang sekolah.

Sekumpulan bapak-bapak juga sedang berjalan bersama-sama menuju masjid untuk Salat Jumat, mengenakan baju taqwa lengkap dengan sarung dan peci.

”Kami memilih jalan kaki menuju masjid daripada naik motor. Takut kalau mogok di tengah jalan," ujar salah satu dari mereka.

Banjir bahkan, menyebabkan kandang kambing di Desa Pedawang, Kota, Kudus, hanyut. Menyebabkan tiga kambing hilang. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#hujan #Ketinggian Air #lalu lintas #kendaraan #banjir #Kudus