KUDUS – Aksi pencurian dengan modus berpura-pura menjadi petugas sampah kembali terjadi.
Kali ini, rumah seorang warga di RT 1 RW 2, Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, menjadi sasaran kawanan pencuri pada Senin (3/2).
Dengan dalih menarik iuran sampah, para pelaku berhasil menggasak uang tunai dan perhiasan senilai puluhan juta rupiah.
Baca Juga: Waduh, Ratusan Pegawai Honorer di Kudus Terancam Dirumahkan, Kenapa?
Kapolsek Kota AKP Subkhan membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Kami telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan saat ini tengah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi,” ujarnya.
Modus Lama, Kerugian Besar
Pencurian ini terjadi sekitar pukul 09.00 pagi di kediaman korban, JR. Menurut keterangan kepolisian, pelaku beraksi secara berkelompok.
Salah satu dari mereka bertugas mengalihkan perhatian dengan berbincang dengan penghuni rumah, sementara yang lain masuk ke dalam untuk menggasak barang berharga.
”Jadi mereka tidak sendirian. Salah satu pelaku mengajak korban berbicara untuk mengalihkan perhatian, sementara rekannya masuk ke dalam rumah,” jelas AKP Subkhan.
Dari hasil penyelidikan sementara, kawanan ini berhasil membawa kabur uang tunai serta perhiasan dengan total kerugian yang ditaksir mencapai Rp 25 juta.
Namun, korban JR memberikan keterangan berbeda.
Ia mengaku kehilangan uang tunai sebesar Rp 30 juta serta emas senilai Rp 40 juta, sehingga total kerugiannya mencapai Rp 70 juta.
Empat Pelaku Beraksi Sistematis
Saat kejadian, JR tidak berada di rumah. Hanya ibunya yang sedang berada di rumah ketika para pelaku datang.
Korban menuturkan, ada empat orang yang beraksi dengan ciri-ciri fisik yang berbeda. Tiga orang berbadan gemuk dan satu orang bertubuh kurus.
Dua dari mereka berinteraksi dengan sang ibu di luar rumah, satu orang masuk ke dalam, sementara satu pelaku lainnya menunggu di atas motor.
”Sekitar 15 menit setelah kejadian saya pulang. Saat itu saya sedang berada di bengkel,” ungkap JR.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus serupa.
“Kami meminta warga lebih berhati-hati, terutama jika ada orang asing yang datang dengan alasan menarik iuran atau kepentingan lain,” tambah Kapolsek Kota.
Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.
Polisi juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor guna mempercepat proses pengungkapan kasus. (gal/him)
Editor : Mahendra Aditya