Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Serius Mendukung MBG, Dinas Kesehatan Kudus Bekali UMKM Pelatihan Laik Hygiene

Indah Susanti • Sabtu, 25 Januari 2025 | 17:25 WIB

 

MAKAN BERSAMA: Sekda Kudus (kanan), Kedisdikpora Kudus (berdiri tiga dari kanan), dan Sekretaris Wantimpres RI Tim 5 Pelaksanaan Uji Coba MBG Nevy Dwi S meninjau uji coba makan gratis.
MAKAN BERSAMA: Sekda Kudus (kanan), Kedisdikpora Kudus (berdiri tiga dari kanan), dan Sekretaris Wantimpres RI Tim 5 Pelaksanaan Uji Coba MBG Nevy Dwi S meninjau uji coba makan gratis.
                                                                             

KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) membuka pelatihan keamanan pangan bagi pelaku UMKM, katering, restoran, maupun hotel dalam waktu dekat.

Pelatihan ini menjadi syarat untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Sertifikat ini penting bagi pelaku UMKM yang ingin bergabung sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kabid Kesehatan Masyarakat DKK Kudus Nuryanto mengatakan, saat ini ada 37 pelaku UMKM dan katering yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Yang memiliki SLHS ada 37, itu juga yang sudah mengurus OSS (sistem perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik),” tuturnya.

Pada tahun ini, DKK Kudus akan mengadakan tiga kali pelatihan keamanan pangan secara gratis bagi pelaku UMKM, katering, restoran, maupun hotel.

Pelatihan pertama dijadwalkan pada Maret 2025 mendatang dengan kuota 45 peserta.

“Satu kali pelatihan maksimal 45 peserta, silahkan yang mau ikut bisa segera mendaftar,” tuturnya.

Pihaknya menjelaskan, untuk mendapatkan SLHS perlu komitmen yang serius dari pelaku UMKM. Mereka harus mengurus izin usaha dahulu melalui lama OSS secara digital di Mall Pelayana Publik (MPP) Kabupaten Kudus.

Setelah itu, mereka akan melakukan pelatihan keamanan pangan bersama DKK Kudus selama satu hari, meliputi pelatihan proses memilah dan menerima bahan baku dari pasar, cara memasak, packing (pembungkusan), hingga menakar kandungan gizi.

Selanjutnya dilakukan kegiatan infeksi kesehatan lingkungan (IKL), yang mana DKK akan berkunjung ke dapur produksi dari pelaku UMKM.

Sekaligus melakukan uji air yang digunakan, untuk diperiksa dan di tes di laboratorium.

“Uji ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kandungan berbahaya seperti E-Coli atau salmonella yang bisa menyebabkan diare dan sebagainya,” paparnya.

Setelah semua uji dilakukan, DKK Kudus akan memberikan sertifikat pelatihan dan surat rekomendasi, yang kemudian dapat diunggah di OSS secara digital. Apabila dirasa laik, maka MPP akan mengeluarkan SLHS untuk UMKM tersebut.

Nuryanto menegaskan, upaya untuk mendorong pelaku UMKM dalam mengurus SLHS pun terus dilakukan setiap tahun. Hal ini juga sebagai langkah untuk menciptakan standar kelayakan suatu usaha di bidang kuliner dalam bidang kesehatan. (san/him)

 

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#pemkab kudus #MBG 2025 #Kudus #Makan Bergizi Gratis Anak Sekolah