KUDUS – Pekan raya Tradisi Dandangan akan digelar mulai 19 Februari 2025 dengan menghadirkan 450 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Sunan Kudus selama sepuluh hari atau hingga 28 Februari 2025.
Tradisi Dandangan merupakan warisan budaya dari Sunan Kudus yang dikenal dengan pemukulan bedug di Masjid Menara Kudus sebagai tanda awal Ramadan. Selain nuansa budaya, kegiatan ini juga diramaikan dengan kehadiran pekan raya.
Lokasi pekan raya dandangan akan terbentang dari Jalan Sunan Kudus hingga perempatan jember.
Selain lapak PKL, pekan raya ini biasanya juga akan diramaikan dengan berbagai wahana permainan anak-anak.
Kabid PKL Dinas Perdagangan Kudus, Imam Prayitno, menyampaikan selama dandangan di mulai hingga pasca Hari Raya Idul Fitri, car free day (CFD) libur. Kemungkinan, terakhir ada CFD Minggu (16/2) 2025.
”Nanti diumumkan oleh paguyuban PKL CFD. Seperti tahun sebelumnya, selama ramadan libur. Hingga setelah Lebaran dan diumumkan lagi mulai aktif kembali,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran acara, pemerintah menggandeng pihak ketiga guna memastikan ketersediaan listrik dan penerangan.
Retribusi yang dikenakan kepada pedagang ditetapkan sebesar Rp 204 ribu per lapak untuk PKD dan sampah.
Imam menambahkan, dari total 450 lapak, sebanyak 173 lapak akan ditempatkan di area Jembatan Kaligelis ke barat hingga perempatan Jember, sementara 277 lapak lainnya berada di Jembatan Kaligelis ke timur hingga pertigaan alun-alun.
“Dandangan tidak hanya menjadi acara budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tandasnya. (san/him)
Editor : Noor Syafaatul Udhma