Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kasus Sapi Tertular PMK Masih Landai, Dinas dan Peternak di Kudus Gencar Lakukan Hal Ini

Galih Erlambang Wiradinata • Jumat, 24 Januari 2025 | 00:48 WIB

 

LAWAN PMK: Petugas dari Dinas Peternakan saat memberikan suntikan vaksin untuk pencegahan penyakit hewan di Desa Singocandi kemarin.
LAWAN PMK: Petugas dari Dinas Peternakan saat memberikan suntikan vaksin untuk pencegahan penyakit hewan di Desa Singocandi kemarin.

KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan Kudus mulai menggencarkan vaksinasi untuk mencegah peneluran Penyakit Kuku Mulut (PMK).

Per Januari ini alokasi vaksin yang digencarkan sebanyak 300 dosis.

Vaksinasi ini berlangsung di peternak sapi perah Ari Jaya berada di Desa Singocandi.

Di sana setidaknya ada 20 ekor sapi perah yang divaksin oleh Dispertan Kudus.

Sapi yang berada di kandang sampai dengan saat ini belum terpapar virus PMK.

Kabid Peternakan pada Dispertan Kudus, Arin Nikmah mengatakan, empat tim telah diterjunkan ke lapangan untuk melaksanakan vaksinasi PMK.

Sasaran utama berada di kandang sapi perah di sembilan kecamatan.

”Sebelum dilakukan vaksin kami periksa kesehatan hewan ternak. Dari pemilik juga bersedia di vaskin,” katanya.

Pihaknya telah melakukan vaksinasi per 21 Januari lalu. Sejauh ini sudah 132 ekor sapi yang diberikan vaksin. Sementara sebarannya berada di depalan desa.

Strategi vaksinasi yang dijalankan, kata Arin dilakukan di lokasi yang belum terpapar PMK. Hal ini dilakukan sebagai langkah memangkas penyebaran virus.

”Kami melakukan di wilayah yang belum tersebar, jadi ini sebagai upaya perlindungan terlebih dahulu pada hewan ternak,” katanya.

Arin menambahkan, sampai dengan saat ini tren PMK di Kudus cukup landai. Kasus PMK yang menjangkit hewan ternak seperti sapi ada 67 kasus.

Sementara angka kematiannya cukup sedikit yakni empat ekor saja. Dipotong paksa ada enam ekor dan sembuh tujuh.

”Tren kesembuhan meningkat, kami juga meminta peternak bisa pro aktif melaporkan hewannya jika terpapar PMK untuk dilakukan pengobatan,” jelasnya.

Sementara itu, pekerja di Sapi Perah Ari Jaya, Susanto mengatakan, sampai dengan saat ini kondisi sapi kesehatannya terjaga dengan baik.

Dia membeberkan ada beberapa hal agar sapi terhindar dari virus PMK.

Susanto menambahkan, langkahnya berupa menjaga kebersihan sebelum masuk ke kandang. Sapi sering dimandikan secara rutin sebelum diperah susunya.

”Kami juga khawatir akan virus PMK ini. Kami usahakan menjaga kebersihan kandang dan mengecek kesehatan sapi,” ungkapnya.

Selain itu, apabila sudah ada tanda-tanda terserang PMK, pihak peternak melaporkan ke Dispertan.

Pada tahun lalu, satu ekor sapinya terserang virus PMK. Beruntung sapi tersebut bisa diobati dan hidup sampai dengan saat ini. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#vaksinasi #peternakan #hewan ternak #pmk #Kudus #dispertan