Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Unik, Pasar Sarwono Wonosoco Kudus Jadi Wadah Kesenian dan Panganan Tradisional

Abdul Rochim • Selasa, 21 Januari 2025 | 15:47 WIB

 

 

UNIK: Objek wisata baru di Desa Wonosoco bernama Alas Jati Sewu yang digunakan sebagai tempat Pasar Sarowono digelar setiap Minggu Legi. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
UNIK: Objek wisata baru di Desa Wonosoco bernama Alas Jati Sewu yang digunakan sebagai tempat Pasar Sarowono digelar setiap Minggu Legi. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

KUDUS – Desa Wonosoco, yang terletak di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, kini semakin ramai dengan hadirnya Pasar Sarwono.

Pasar yang digelar setiap Minggu Legi ini tidak hanya menjadi tempat bertransaksi jajanan tradisional, tetapi juga pusat hiburan dan kebudayaan bagi masyarakat setempat.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wonosoco, Gunodo menyatakan bahwa Pasar Sarwono mulai dikelola sejak 2022.

Dengan biaya masuk hanya Rp 5 ribu, pengunjung dapat menukarkan uang mereka dengan minimal lima koin seharga Rp 10 ribu untuk berbelanja di pasar ini.

”Pasar Sarwono memang difokuskan untuk menjajakan jajanan tradisional. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati pementasan wayang klitik secara singkat dan hiburan dari penyanyi lokal,” ujar Gunodo.

Pasar ini tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga wadah bagi masyarakat setempat untuk berjualan. Seperti nasi jagung, nasi pager, wedang secang, serta wedang coro dan berbagai jajanan tradisional lainnya.

Untuk harga berbagai jajanan tersebut bervariasi, paling murah bisa menukarkan satu koin senilai Rp 2 ribu, sudah bisa menikmati jajanan seperti nagasari, arem-arem, getuk, dan masih banyak lagi.

”Yang berjualan itu dari masyarakat setempat. Tujuannya, tentu saja, untuk menambah perekonomian desa dan masyarakat,” tambahnya.

Pengelolaan Pasar Sarwono merupakan hasil kerja sama antara Pokdarwis dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wonosoco. Sebelum BUMDes terbentuk, Pokdarwis sudah lebih dulu menyelenggarakan pasar ini.

Kini, keduanya bergandengan tangan dalam mengelola pasar yang menjadi daya tarik utama desa.

Selain pasar, Desa Wonosoco juga memiliki potensi lain, seperti bumi perkemahan, kirab budaya, dan pementasan wayang klitik tahunan yang digelar setiap bulan Juni atau Juli.

Gunodo berharap Pasar Sarwono dan potensi lainnya dapat semakin berkembang dan menarik lebih banyak pengunjung.

”Harapannya, acara ini bisa lebih ramai dan lebih maju. Kami juga berharap ada pembenahan untuk wisata alamnya, termasuk peningkatan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Pasar Sarwono,” tutupnya.

Pasar Sarwono bukan sekadar tempat transaksi ekonomi, tetapi juga titik temu budaya dan tradisi yang memperkuat identitas Desa Wonosoco.

Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah desa, Pasar Sarwono diharapkan terus berkembang dan menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kudus. (dik/him)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#wonosoco kudus #pasar #Kudus #makanan tradisional #kesenian