Bayi-bayi perempuan tersebut lahir melalui proses sectio caesaria (SC) pada usia kehamilan 35 pekan.
Ibu bayi Setia Ningrum, 21, warga Desa Cranggang, Dawe, Kudus, awalnya sempat menjalani pengawasan intensif akibat tekanan darah tinggi. Kini, kondisi ibu dinyatakan stabil.
Sementara ketiga bayi dalam keadaan baik dan tengah dirawat di ruang perinatologi.
Ketiga bayi masing-masing memiliki berat lahir 1,8 kilogram (kg), 1,6 kg, dan 1,4 kg. Artinya dalam kondisi berat badan lahir rendah (BBLR).
Setia membeberkan bayi kembar tiga ini merupakan kelahiran pertamanya. Ia mengaku mengetahui akan memiliki bayi kembar saat usia kandungan 16 minggu atau empat bulan. Saat itu, yang terlihat hanya dua bayi yang ada di dalam rahimnya.
“Tidak tahu kalau ternyata kembar tiga, tahunya pas melahirkan ternyata ada tiga,” ujarnya.
Setia juga mengungkapkan gen kembar ini diwariskan oleh keluarga sang suami. Saat mengandung, tidak ada “nyidam” atau keinginan aneh yang dirasakannya. Ia juga mengaku tidak pernah bertemu hal-hal atau mimpi aneh tentang kehamilannya.
“Tidak ada nyidam aneh-aneh, mimpi apapun juga tidak ada yang aneh. Memang dari keluarga suami ada yang kembar keturunannya,” tambahnya.
Ketiga bayi itu pun telah diberi nama yang elok seperti parasnya, yakni Shanum Haura Farhana, Saina Haura Farhana, dan Sania Haura Farhana.
Setia berharap, ketiga anaknya bisa sehat dan tumbuh menjadi anak yang cerdas.
Wakil Direktur Pelayanan RS Aisyiyah Kudus dr. Rahmat Nur Ibrahim, yang juga menangani Setia Ningrum dalam proses melahirkan, menyampaikan bahwa proses caesar yang dilakukan berjalan dengan lancar dalam kurun waktu satu jam.
Ia menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas kelahiran langka di RS Aisyiyah Kudus ini.
Ia turut memberikan hadiah berupa pompa ASI kepada ibu bayi kembar tiga sebagai bentuk dukungan dalam memberikan ASI eksklusif.
“Kami sangat bahagia dan bersyukur atas kelahiran bayi kembar tiga ini. Semoga mereka tumbuh sehat dan kuat, serta membawa kebahagiaan bagi keluarga,” ujar dr. Rahmat. (san/him)
Editor : Noor Syafaatul Udhma