KUDUS - Jumlah pengunjung Joglo Dopang mengalami peningkatan, lebih banyak tahun ini dibanding tahun lalu.
”Selama liburan, jumlah pengunjung per harinya bisa mencapai 400 orang,” kata Owner Joglo Dopang, Heni Widyastuti.
Joglo Dopang terletak di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus.
Joglo Dopang menjadi sasaran pengunjung untuk berenang dengan pemandangan lereng gunung dan sungai.
Sebagian besar pengunjung di Joglo Dopang merupakan keluarga yang sedang ingin menikmati liburannya.
Heni mengatakan, selama musim liburan jumlah pengunjung lebih banyak, dua kali lipat dari hari biasanya.
Bahkan, pada Rabu (1/1) Joglo Dopang menampung sebanyak 500 pengunjung. "Saat itu parkiran kami penuh.
Padahal kalau kuota pengunjung masih dapat menampung hingga 700 pengunjung," ujar Heni pada Minggu (5/1).
"Bahkan kami sampai kehabisan bahan makanan, karena hari sebelumnya kan hujan seharian. Saya kira Rabu (5/1) juga hujan. Kalau hujan kan biasanya tidak terlalu ramai. Paling kalau hujan mereka ngiyup dulu, setelah terang baru ramai," imbuhnya.
Pengunjung rata-rata setiap harinya berasal dari Kudus dan Jepara. Namun, kadang ada juga dari Demak, Pati, Rembang. "Bahkan kalau lagi liburan seperti ini, yang paling jauh dari Solo, dan Magelang," tuturnya.
Joglo Dopang memiliki tiga kolam renang dan menyediakan penginapan (konsep rumah kayu estetik). Penginapan berada di atas sejumlah 2 bangunan.
Namun yang siap digunakan hanya satu, sebab satunya sedang dalam perbaikan.
"Kami juga menambah tiga penginapan di bawah, sedang dalam proses pembangunan. Jadi totalnya nanti ada lima penginapan," ujarnya.
Heni menjelaskan, pengunjung yang datang ke sini biasanya ingin berenang sambil menikmati pemandangan. "Air kolamnya kata pengunjung berbeda. Karena air kami tidak ada kaporitnya,"jelasnya.
Selain itu, pengunjung juga sering mengeluh terkait akses untuk menuju Joglo Dopang sangat ekstrem. Tapi hal tersebut tidak mengecilkan niatnya untuk ke Joglo Dopang.
"Ya banyak pengunjung yang mengeluhkan aksesnya. Meskipun melewati jalan yang ekstrim. Namun, kepuasan pengunjung terbayarkan setelah sampai ke tempatnya," ujarnya.
"Rencananya, kami akan membangun playground (tempat bermain) untuk anak-anak. Namun, untuk tempatnya masih kami diskusikan," pungkasnya. (dik/zen)
Editor : Noor Syafaatul Udhma