Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Melihat Sakralnya Makam Masin di Kudus: Warga Kena Sakit Aneh Konon Akibat Tak Syukuran

Galih Erlambang Wiradinata • Minggu, 5 Januari 2025 | 23:16 WIB
TRADISI RUTIN: Warga mengikuti agenda Sewu Sempol di komplek Makam Masin.
TRADISI RUTIN: Warga mengikuti agenda Sewu Sempol di komplek Makam Masin.

KUDUS – Lokasi makam Masin di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe konon terbilang angker dan disakralkan oleh masyarakat setempat.

Salah satu agenda rutin adalah tradisi Sewu Sempol yang digelar menjelang bulan puasa.

Baru-baru warga sekitar lokasi tersebut juga digemparkan seorang warga yang ditemukan tewas.

Warga asal Desa Ternadi tersebut nekat gantung diri di komplek Makam Masin itu. Hal tersebut membuat warga setempat geger.

Makam Masin tersebut begitu kramat menurut informasi warga sekitar.

Di Makam tersebut ada dua tokoh yang cukup dikenal masyarakat. Raden Ayu Dewi Nawangsih merupakan putri dari Sunan Muria.

Sedangkan Raden Bagus Rinangku merupakan putra Sultan Agung dari Kerajaan Mataram.

Menurut Juru Kunci, Anas Lirianto ada cerita masyarakat yang sudah dipercaya dan menjadi turun-temurun.

Salah satunya, terkait dengan kisah cinta terlarang antara Raden Ayu Dewi Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku.

Konon ceritanya sosok Raden Ayu Dewi Nawangsih memiliki paras wajah yang cantik.

Kecantikannya kemudian membuat murid Sunan Muria, Raden Bagus Rinangku jatuh cinta.

Singkat cerita, kedua sosok tersebut kemudian saling jatuh cinta.

Ternyata, Raden Ayu sudah dijodohkan ayahnya Sunan Muria dengan seorang kiai bernama Kiai Cebolek.

Hubungan Raden Ayu dengan Raden Bagus ternyata tidak direstui Sunan Muria.

”Raden Bagus diminta Sunan Muria menjaga padi, ternyata padinya dimakan burung. Lalu Raden Ayu berkata bohong padi itu tidak dimakan burung,” katanya.

Melihat kebohongan Raden Bagus, konon Sunan Muria melepaskan busur panah kepada putra sultan itu.

Begitu cintanya kepada Raden Bagus, kemudian Raden Ayu menimpangi busur panah yang berada di badannya.

Hingga terjadi insiden meninggal bersamai Dukuh Masin Desa Kandangmas.

Sementara itu, menurut informasi warga sekitar tradisi Sewu Sempol wajib diikuti warga asli Kandangmas, tepatnya Masin.

Meskipun sedang berada di luar kota, warga wajib mengikuti prosesi syukuran tersebut.

Konon ada salah satu warga yang tak ikut hormat acara rutin tersebut mengalami musibah. Dikabarkan warga tersebut mengalami sakit aneh. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#tradisi sewu sempol #sunan muria #masyarakat #angker #syukuran #Kerajaan Mataram #makam masin #Kudus