PLT Kepala Bidang Pariwisata Esti Aristiana mengatakan, jumlah pengunjung mengalami kenaikan saat liburan Nataru dibanding hari libur biasa sekitar 30 persen.
Data pengunjung selama liburan Nataru dicatat mulai Jumat (20/12). Pencatatan tersebut, dilakukan tiap hari hingga pergantian tahun.
Esti menjelaskan, jumlah pengunjung pada Jumat (27/12) lalu membeludak. Mencapai 5.339 pengunjung secara bersamaan di makam Sunan Muria, sehingga terlihat sangat ramai dan sesak. Jumlah ini menanjak lagi pada Minggu (29/12).
Hingga mencapai 8.199 pengunjung. Namun tidak terlalu crowded. Sebab, datangnya tidak di waktu yang bersamaan.
”Biasanya pada hari-hari biasa itu, menghitung jumlah pengunjung per bulan. Namun, kalau liburan seperti Nataru kami data tiap hari. Pada bulan mendekati Puasa dan Lebaran atau pada bulan Ruwah itu yang pasti juga banyak pengunjung,” ujarnya.
Selain pengunjung regional atau dari Kudus dan sekitarnya, beberapa daerah di Jawa Timur juga turut meramaikan wisata religi di sini.
”Biasanya pondok-pondok yang menjadi pengunjung paling banyak. Bahkan, satu pondok ada yang mengirim hingga 50 bus,” ujarnya kemarin.
Esti menyebut, upaya untuk mengantisipasi sebelum libur Nataru, seperti memperhatikan cuaca ekstrem, melakukan koordinasi dengan kepolisan dan aparat keamanan setempat, mengecek penyediaan fasilitas kesehatan, serta memperhatikan daya tampung maksimal.
”Kami juga memonitor pada 25-26 Desember dan nanti monitoring lagi pada 31 Desember 2024 dan 1 Januari 2025,” tuturnya.
Selain itu, ada aparat yang bertugas mengarahkan dan memberikan imbauan, agar mengganti tujuan wisatanya jika objek wisata yang dituju sudah penuh atau terlalu ramai.
Esti berharap, pengunjung yang datang mendapat pelayanan yang maksimal.
Fasilitas-fasilitas juga selalu diperhatikan, agar kenyamanan pengunjung terjaga.
”Semoga setiap tahunnya jumlah pengunjung selalu mengalami kenaikan,” harapnya. (dik/lin)
Editor : Noor Syafaatul Udhma