Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ini Alasan Bupati kudus Terpilih Sam’ani yang Berencana Revisi Hari Jadi Kudus dan Pendirian Museum Sunan Kudus

Abdul Rochim • Sabtu, 28 Desember 2024 | 16:26 WIB
DISKUSI: Sam
DISKUSI: Sam

KUDUS – Sam’ani Intakoris sebagai Bupati Kudus terpilih membeberkan rencana besarnya pada 2025. Yaitu merevisi Hari Jadi Kudus dan pendirian museum Sunan Kudus.

Gagasan tersebut disampaikan dalam acara Diskusi Kebudayaan yang digelar oleh Yayasan Al Manar pada Senin (24/12).

Yayasan Al Manar yang diketuai oleh Zaenal Hafidzin, menggelar acara tersebut di Muntira Skin Care.


Sam’ani menegaskan pentingnya melacak kembali sejarah dan peran Sunan Kudus, Jafar Shadiq dalam perkembangan Kabupaten Kudus.


Sam'ani menyebutkan, segala hal yang dicontohkan Sunan Kudus menjadi dasar dari kehidupan warga Kudus.


Filosofi Gusjigang (Bagus, Ngaji, dan Dagang) yang diteladankan oleh Sunan Kudus hingga sekarang adalah salah satu contohnya. Filosofi tersebut menjadi hal dasar yang melekat dengan jati diri warga Kudus.


Sam’ani ingin memperdalam pengetahuan terkait Sunan Kudus dan mendokumentasikannya melalui museum.


“Sunan Kudus sangat berperan dalam kemajuan peradaban Kudus, maka dari itu rencana pendirian museum Sunan Kudus diperlukan untuk memperkenalkan dan warisan Sunan Kudus kepada masyarakat luas,” ujarnya dalam Diskusi Kebudayaan bertajuk Menyongsong 500 Tahun Kudus, pada Senin (24/12).


Dalam kesempatan yang sama, Sam’ani juga mencetuskan rencana terkait revisi Hari Jadi Kudus karena penetapan Hari Jadi Kudus selama 34 tahun berlangsung dinilai kurang memiliki dasar keilmuan yang kuat.

Keraguan penetapan Hari Jadi Kudus ini mencuat dalam diskusi tersebut.
“Dengan terlaksananya dua rencana besar tersebut, kami berharap Kudus memiliki fondasi sejarah yang kuat,” pungkasnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Diskusi Kebudayaan, Mahesa Agni menyatakan setuju dengan pernyataan rencana Sam’ani. Sejauh ini belum banyak literasi yang bisa disimak terkait sejarah dan warisan Sunan Kudus.


Penanggalan Hari Jadi Kudus yang tertulis dalam naskah akademis Perda tersebut dikonversi jatuh pada 2 Oktober.


Sedangkan menurut prasasti, Kudus berdiri pada 19 Rajab 956 Hijriyah atau 23 Agustus 1549 Masehi.


Berbekal dari prasasti tersebut, maka penting untuk ditindak lanjuti terkait revisi penetapan Hari Jadi Kudus.


“Memang revisi ini sudah lama diwacanakan, sebab masih dinilai rancu dan tidak memiliki dasar keilmuan yang jelas,” pungkasnya. (dik/him)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#samani bellinda #hari jadi kudus #Samani Intakoris #pemkab kudus #sunan kudus #Kudus #gusjigang